Buton

Usai Pelantikan, Umi Noranah Tantang Kader PKK Hadapi Persoalan Keluarga

×

Usai Pelantikan, Umi Noranah Tantang Kader PKK Hadapi Persoalan Keluarga

Sebarkan artikel ini
Ketua TP-PKK Kabupaten Buton Tengah Umi Noranah Azhari melantik dan mengukuhkan Ketua TP-PKK Kecamatan Gu dan Kecamatan Talaga Raya masa bakti 2026-2031 di Aula Pancana, Kantor Bupati Buton Tengah, Kamis (8/10/2026)/Hibata.id
Ketua TP-PKK Kabupaten Buton Tengah Umi Noranah Azhari melantik dan mengukuhkan Ketua TP-PKK Kecamatan Gu dan Kecamatan Talaga Raya masa bakti 2026-2031 di Aula Pancana, Kantor Bupati Buton Tengah, Kamis (8/10/2026)/Hibata.id

Hibata.id, Buton Tengah – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Buton Tengah Umi Noranah Azhari melantik dan mengukuhkan Ketua TP-PKK Kecamatan Gu dan Kecamatan Talaga Raya masa bakti 2026-2031.

Pelantikan dan pengukuhan berlangsung di Aula Pancana, Kantor Bupati Buton Tengah lantai V, Kamis (8/10/2026).

Dalam arahannya, Umi Noranah meminta pengurus TP-PKK yang baru dilantik aktif turun ke masyarakat dan menjalankan 10 Program Pokok PKK, tidak hanya menjalankan tugas administratif organisasi.

“PKK harus hadir di tengah masyarakat. Kader harus mampu melihat persoalan keluarga dan ikut mencari solusi melalui program-program yang nyata,” kata Umi.

Ia mengatakan kader TP-PKK memiliki peran dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Buton Tengah Sampaikan Pesan Penting di Hardiknas 2026, ini Isinya

Umi juga meminta kader memperkuat pelaksanaan program Wajib Belajar 13 Tahun dengan menemukan anak dari keluarga kurang mampu, anak yatim piatu, maupun anak yang putus sekolah agar kembali memperoleh akses pendidikan.

Menurut dia, kader dapat mendorong akses pendidikan bagi anak-anak tersebut, termasuk melalui program Sekolah Rakyat.

Umi menilai pendidikan berperan dalam meningkatkan kesempatan anak memperoleh masa depan yang lebih baik sekaligus mencegah pernikahan anak.

TP-PKK Dorong Penanganan Stunting Berbasis Keluarga

Selain bidang pendidikan, Umi meminta kader TP-PKK ikut memperkuat upaya penurunan stunting dengan mengoptimalkan potensi keluarga di tingkat rumah tangga.

Ia mendorong kader mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Kader juga diminta memberikan edukasi mengenai gizi serta mendampingi keluarga yang membutuhkan.

Baca Juga:  Momentum Kartini 2026, TP PKK Buton Tengah Apresiasi Perempuan Inspiratif

“Pembinaan masyarakat harus dilakukan bersama. PKK tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus membangun kolaborasi dengan tokoh agama, masyarakat dan seluruh unsur terkait,” ujarnya.

Umi juga meminta kader memperkuat pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui edukasi keluarga, pembinaan karakter, serta pemahaman moral dan keagamaan.

Ia mendorong keterlibatan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dan tokoh agama dalam memperkuat ketahanan keluarga, termasuk dalam upaya mencegah pernikahan anak dan kekerasan dalam rumah tangga.

PKK Diminta Menjalankan Program Secara Inklusif

Umi menegaskan TP-PKK perlu menjalankan program pemberdayaan secara inklusif tanpa membedakan latar belakang agama.

Baca Juga:  Bongka’a Tau Digelar Meriah, Bupati Azhari Tegaskan Adat Harus Tetap Hidup

Menurut dia, setiap anak dan keluarga yang membutuhkan harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan manfaat dari program pemberdayaan keluarga.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Staf Ahli TP-PKK Kabupaten Buton Tengah Ny. Kartini Adam Basan dan Ny. Hardiyanti Yudi Pakrurodji, S.E., M.Si., Camat Gu, Camat Talaga Raya, jajaran pengurus TP-PKK Kabupaten, serta para Ketua TP-PKK Kecamatan, Kelurahan, dan Desa se-Kabupaten Buton Tengah.

Umi Noranah mengajak seluruh pengurus TP-PKK dari tingkat kabupaten hingga desa meningkatkan peran organisasi sebagai penggerak pemberdayaan keluarga.

Ia meminta kader bekerja aktif, inovatif, dan responsif dalam mengidentifikasi persoalan yang dihadapi keluarga di wilayah masing-masing.