Kabar

Joki Skripsi Berbayar di UIN Gorontalo Terbongkar Usai Laporan Dosen Cabul

×

Joki Skripsi Berbayar di UIN Gorontalo Terbongkar Usai Laporan Dosen Cabul

Sebarkan artikel ini
Karikatur - Joki Skripsi Berbayar di UIN Gorontalo/Hibata.id
Karikatur - Joki Skripsi Berbayar di UIN Gorontalo/Hibata.id

Hibata.id Gorontalo – Praktik jasa pengerjaan (Joki) skripsi yang diduga melibatkan seorang dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo mulai terbongkar.

Belakangan muncul pengakuan seorang mantan mahasiswi yang mengaku mengalami tindakan tidak pantas dari dosen berinisial NIW alias Naufal.

Scroll untuk baca berita

Pengakuan tersebut disampaikan melalui seorang teman juga mantan mahasiswi yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ia menyebut temannya pernah mengalami dugaan tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual ketika berurusan dengan NIW.

Diketahui NIW menjabat sebagai Ketua Program Studi Sosiologi Agama di kampus Islam tersebut.

Sumber itu bilang, peristiwa tersebut terjadi ketika NIW disebut membantu mengerjakan skripsi sejumlah mahasiswa dengan imbalan uang sesuai kesepakatan.

Hubungan mereka, menurut keterangan sumber, bukan dalam konteks bimbingan skripsi formal pada umunya.

Dalam proses tersebut, NIW disebut menunjukkan ketertarikan kepada salah seorang mahasiswi. Ia kemudian mengungkap dugaan tindakan fisik yang dialami temannya.

“Kami ada beberapa orang. Nah, teman saya waktu itu diduga disukai oleh oknum dosen tersebut,” kata sumber itu kepada Hibata.id.

Ia menuturkan, pada suatu kesempatan, NIW diduga memeluk temannya dari belakang dengan erat.

Baca Juga:  NasDem Pohuwato Akan Panggil Aleg Diduga Terlibat PETI di Hulawa

Tindakan tersebut membuat sang mahasiswi terkejut dan berusaha melepaskan diri.

“Teman saya ini dipeluk dari belakang dengan erat. Karena kaget, teman saya ini berusaha melepaskan diri dari pelukan oknum itu,” ujarnya.

Sumber tersebut mengatakan, mereka sempat berniat melaporkan kejadian itu kepada polisi.

Namun, rencana tersebut urung dilakukan karena khawatir persoalan itu berdampak pada penyelesaian skripsi yang dikerjakan dosen NIW.

“Sebenarnya kami mau melapor, tapi karena kami takut urusan panjang dan berpengaruh pada skripsi kami yang dibuat oleh dia, maka kami urungkan niat itu,” katanya.

Pengakuan tersebut muncul di tengah dugaan pelecehan seksual yang sebelumnya dilaporkan oleh dua mahasiswi UIN Sultan Amai Gorontalo.

Korban 2 Mahasiswa

Sebelumnya, dugaan pelecehan seksual terhadap dua mahasiswi UIN Sultan Amai Gorontalo mencuat setelah salah seorang korban menghubungi kerabatnya berinisial F melalui panggilan video.

Dalam percakapan itu, mahasiswi tersebut menangis dan meminta F datang ke kampus. Setibanya di lokasi, F mendapati kedua mahasiswi dalam kondisi ketakutan.

Keduanya kemudian menceritakan peristiwa yang mereka alami saat menjalani bimbingan skripsi dengan seorang dosen berinisial NIW alias Naufal.

Baca Juga:  Rekor 10,97 Juta Penonton Jadi Tantangan Berat bagi “Agak Laen: Menyala Pantiku

Peristiwa yang dilaporkan itu diduga terjadi di salah satu ruangan jurusan di lingkungan UIN Sultan Amai Gorontalo pada Selasa (20/10/2026) sore.

Setelah menerima cerita kedua mahasiswi, F berupaya meminta penjelasan kepada dosen yang dilaporkan.

Menurut penuturan F, dosen tersebut mengakui perbuatannya dan menyampaikan keinginan untuk meminta maaf secara langsung kepada kedua mahasiswi.

Namun, keduanya menolak bertemu karena masih merasa takut.

F kemudian mendorong kedua mahasiswi untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian. Mereka akhirnya mendatangi Polresta Gorontalo Kota untuk menyampaikan laporan.

Keterangan mengenai dugaan pengakuan dosen tersebut berasal dari penuturan F. Polisi masih perlu menguji keterangan para pihak untuk memastikan kronologi dan fakta yang terjadi.

Kasubsi Penmas Humas Polresta Gorontalo Kota, Ipda Aristia Gani, membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual yang melibatkan dua mahasiswi dan seorang dosen di UIN Sultan Amai Gorontalo.

“Saat ini sementara dilakukan rangkaian penyelidikan,” kata Aristia, Rabu (21/10/2026).

Aristia juga mengatakan NIW mendatangi Markas Polresta Gorontalo Kota pada Selasa malam setelah mengetahui adanya pengaduan dari mahasiswa.

Baca Juga:  Belum Sepekan di Tanah Suci, 1 Jemaah Haji Wafat dan Puluhan Harus Dirawat

Menurut dia, dosen tersebut datang atas inisiatif sendiri karena khawatir setelah perkara itu menjadi pembicaraan di kalangan mahasiswa.

“Tujuannya datang untuk mengamankan dirinya sendiri,” ujar Aristia.

Dalam pemeriksaan awal, dosen tersebut disebut mengakui perbuatannya.

Meski demikian, polisi masih mendalami keterangan yang diperoleh dan belum menetapkan tersangka berdasarkan informasi yang tersedia saat itu.

Penyelidikan diperlukan untuk memeriksa keterangan para pihak, menyusun kronologi secara utuh, serta menentukan apakah peristiwa yang dilaporkan memenuhi unsur tindak pidana.

Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Sultan Amai Gorontalo, Sulaiman Ibrahim, membenarkan bahwa dosen berinisial NI mengajar di fakultas tersebut dan menjabat sebagai Ketua Program Studi Sosiologi Agama.

“Iya, yang bersangkutan adalah Kaprodi Sosiologi Agama inisial NI ya, beliau baru setahun lebih menjabat Kaprodi Sosiologi Agama,” kata Sulaiman.

Informasi dari pihak kampus juga menyebutkan bahwa dosen tersebut telah diberhentikan sementara dari aktivitas mengajar.

Perkembangan penanganan perkara masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Keterangan seluruh pihak terkait diperlukan agar pengungkapan kasus berjalan secara objektif dan tetap menghormati hak setiap pihak.