Kriminal

Dugaan Pencabulan di UIN Gorontalo, Muncul Pengakuan Baru dari Eks Mahasiswi

×

Dugaan Pencabulan di UIN Gorontalo, Muncul Pengakuan Baru dari Eks Mahasiswi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi - Kasus Kades di Paguat Kian Terkuak, Bendahara dan Mahasiswi Ikut Disebut/Hibata.id
Ilustrasi - Pelecehan Seksual/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan dua mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo turut memunculkan pengakuan baru.

Kali ini datang dari seorang mantan mahasiswi yang mengaku pernah mengalami perlakuan serupa dari dosen berinisial NIW alias Naufal.

Scroll untuk baca berita

Pengakuan tersebut disampaikan melalui seorang teman mantan mahasiswi yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ia menyebut temannya pernah mengalami tindakan yang dinilai tidak pantas kala berurusan dengan NIW, yang diketahui menjabat sebagai Ketua Program Studi Sosiologi Agama di kampus tersebut.

Menurut sumber itu, peristiwa tersebut terjadi ketika NIW bukan bertindak sebagai dosen pembimbing skripsi.

Melainkan membantu pembuatan (Joki) skripsi yang dipesan oleh sejumlah mahasiswa dengan imbalan uang sesuai kesepakatan.

Dalam proses tersebut, NIW disebut mulai menunjukkan ketertarikan kepada salah seorang mahasiswi.

“Kami ada berapa orang, nah teman saya waktu itu diduga disukai oleh oknum dosen tersebut,” kata sumber tersebut.

Ia menuturkan, pada suatu kesempatan, NIW diduga memeluk temannya dari belakang dengan erat.

Temannya terkejut dan berusaha melepaskan diri dari pelukan tersebut.

Baca Juga:  Polda Kalbar Ungkap 232 Kasus Kriminal, Fokus Berantas Premanisme

“Teman saya ini dipeluk dari belakang dengan erat. Karena kaget, teman saya ini berusaha melepaskan diri dari pelukan oknum itu,” ujarnya.

Sumber tersebut mengatakan, mereka sempat mempertimbangkan untuk melaporkan kejadian itu kepada polisi.

Namun, rencana tersebut tidak berlanjut karena mereka khawatir persoalan itu akan berdampak pada penyelesaian skripsi yang pengerjaannya telah dipercayakan kepada NIW.

“Sebenarnya kami mau melapor, tapi karena kami takut urusan panjang dan berpengaruh pada skripsi kami yang dibuat oleh dia, maka kami urungkan niat itu,” katanya.

Berawal dari panggilan video

Sebelumnya, dugaan pelecehan seksual terhadap dua mahasiswi UIN Sultan Amai Gorontalo mencuat setelah salah seorang korban menghubungi kerabatnya berinisial F melalui panggilan video.

Dalam percakapan itu, mahasiswi tersebut menangis dan meminta F datang ke kampus. Setibanya di lokasi, F mendapati kedua mahasiswi dalam kondisi ketakutan.

Keduanya kemudian menceritakan peristiwa yang mereka alami saat menjalani bimbingan skripsi dengan seorang dosen berinisial NIW alias Naufal.

Peristiwa yang dilaporkan itu diduga terjadi di salah satu ruangan jurusan di lingkungan UIN Sultan Amai Gorontalo pada Selasa (20/10/2026) sore.

Baca Juga:  Video Pasangan Sesama Jenis di Buteng Viral, LSM Garuda Beri Ultimatum

Setelah menerima cerita kedua mahasiswi, F berupaya meminta penjelasan kepada dosen yang dilaporkan.

Menurut penuturan F, dosen tersebut mengakui perbuatannya dan menyampaikan keinginan untuk meminta maaf secara langsung kepada kedua mahasiswi.

Namun, keduanya menolak bertemu karena masih merasa takut.

F kemudian mendorong kedua mahasiswi untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian. Mereka akhirnya mendatangi Polresta Gorontalo Kota untuk menyampaikan laporan.

Keterangan mengenai dugaan pengakuan dosen tersebut berasal dari penuturan F. Polisi masih perlu menguji keterangan para pihak untuk memastikan kronologi dan fakta yang terjadi.

Kasubsi Penmas Humas Polresta Gorontalo Kota, Ipda Aristia Gani, membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual yang melibatkan dua mahasiswi dan seorang dosen di UIN Sultan Amai Gorontalo.

“Saat ini sementara dilakukan rangkaian penyelidikan,” kata Aristia, Rabu (21/10/2026).

Aristia juga mengatakan NIW mendatangi Markas Polresta Gorontalo Kota pada Selasa malam setelah mengetahui adanya pengaduan dari mahasiswa.

Menurut dia, dosen tersebut datang atas inisiatif sendiri karena khawatir setelah perkara itu menjadi pembicaraan di kalangan mahasiswa.

Baca Juga:  Dugaan Pembunuhan: Diplomat Kemlu RI Arya Daru Ditemukan Tewas di Menteng

“Tujuannya datang untuk mengamankan dirinya sendiri,” ujar Aristia.

Dalam pemeriksaan awal, dosen tersebut disebut mengakui perbuatannya.

Meski demikian, polisi masih mendalami keterangan yang diperoleh dan belum menetapkan tersangka berdasarkan informasi yang tersedia saat itu.

Penyelidikan diperlukan untuk memeriksa keterangan para pihak, menyusun kronologi secara utuh, serta menentukan apakah peristiwa yang dilaporkan memenuhi unsur tindak pidana.

Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Sultan Amai Gorontalo, Sulaiman Ibrahim, membenarkan bahwa dosen berinisial NI mengajar di fakultas tersebut dan menjabat sebagai Ketua Program Studi Sosiologi Agama.

“Iya, yang bersangkutan adalah Kaprodi Sosiologi Agama inisial NI ya, beliau baru setahun lebih menjabat Kaprodi Sosiologi Agama,” kata Sulaiman.

Informasi dari pihak kampus juga menyebutkan bahwa dosen tersebut telah diberhentikan sementara dari aktivitas mengajar.

Perkembangan penanganan perkara masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Keterangan seluruh pihak terkait diperlukan agar pengungkapan kasus berjalan secara objektif dan tetap menghormati hak setiap pihak.