Hibata.id, Buton Tengah – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, memastikan sejumlah ruas jalan rusak mendapat penanganan pada 2026. Tiga ruas diusulkan untuk ditangani melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD), sementara beberapa ruas lainnya disiapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Bupati Buton Tengah Dr. Azhari mengatakan pemerintah daerah sebelumnya mengusulkan lima ruas jalan kepada pemerintah pusat. Dari jumlah tersebut, tiga ruas telah diakomodasi untuk mendapatkan penanganan melalui program IJD.
“Dari lima yang kami usul ke pusat, hanya tiga yang bisa diakomodir untuk perbaikan jalan tahun ini. Pertama, jalan di Sekolah Rakyat. Kedua, jalan dari depan Polsek menuju perbatasan Muna. Ketiga di Lowu-Lowu,” kata Azhari saat membuka lomba panjat pinang di Pantai Sausumangka, Minggu (29/8/2026).
Azhari berharap ketiga ruas tersebut dapat segera memasuki tahap pengerjaan sehingga akses masyarakat menjadi lebih baik.
“Ketiganya mudah-mudahan tahun ini sudah dilakukan perbaikan melalui Inpres Jalan Daerah (IJD),” ujarnya.
Pemkab Siapkan Rp4,7 Miliar untuk Mawasangka-Wasilomata
Selain mengandalkan program pemerintah pusat, Pemkab Buteng menyiapkan anggaran daerah untuk menangani jalan yang masih dapat dibiayai sesuai kemampuan fiskal daerah.
Salah satunya adalah ruas jalan poros Mawasangka-Wasilomata sepanjang 1,7 kilometer. Pemkab Buteng menyiapkan anggaran sekitar Rp4,7 miliar untuk penanganan ruas tersebut.
Azhari mengatakan pemerintah daerah menargetkan pekerjaan dimulai pada Oktober 2026.
“Kalau untuk poros Mawasangka-Wasilomata yang mengalami kerusakan dengan panjang 1,7 kilometer, bulan Oktober ini insyaallah kita akan kerjakan menggunakan APBD,” katanya.
Pemerintah daerah memprioritaskan penanganan ruas tersebut karena jalan itu berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat.
Selain Mawasangka-Wasilomata, Pemkab Buteng merencanakan penanganan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Sangiawambulu.
Ruas yang menjadi perhatian meliputi jalan menuju Kaliwu-Liwuto, Kaencebungi hingga Watorumbe. Pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pekerjaan tersebut sekitar Rp2,5 miliar hingga Rp2,7 miliar.
“Rencananya tahun ini, bulan Oktober nanti, akan dikerjakan menggunakan APBD kita dengan taksiran anggaran Rp2,5 hingga Rp2,7 miliar,” ujar Azhari.
Dengan demikian, selain tiga ruas yang diharapkan memperoleh penanganan melalui IJD, Pemkab Buteng menyiapkan pembiayaan APBD untuk mempercepat perbaikan jalan di beberapa wilayah.
APBD Terbatas, Jalan Panjang Diusulkan ke Pemerintah Pusat
Azhari mengakui kemampuan APBD Buton Tengah masih terbatas untuk membiayai penanganan jalan dalam skala besar, terutama ruas dengan panjang mencapai puluhan kilometer.
Menurut dia, kemampuan anggaran daerah saat ini lebih memungkinkan untuk membiayai penanganan ruas sepanjang satu hingga dua kilometer. Sementara jalan dengan kebutuhan anggaran lebih besar tetap membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
“Kalau untuk yang panjang, kita serahkan ke IJD karena anggarannya rata-rata puluhan miliar, sementara APBD kita tidak sanggup. Tahun ini kita dijanji untuk diselesaikan semua,” katanya.
Pemkab Buteng juga menyiapkan langkah lanjutan apabila ruas yang diharapkan mendapat dukungan pemerintah pusat belum seluruhnya tertangani pada tahun ini.
“Kalau nanti tidak selesai, maka tahun depan kita upayakan untuk diselesaikan menggunakan APBD kita,” tambah Azhari.
Azhari Minta Masyarakat Bersabar
Azhari mengatakan Pemkab Buteng akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan pembiayaan infrastruktur jalan.
Menurut dia, kebutuhan penanganan jalan di Buton Tengah cukup besar sehingga pemerintah daerah perlu mengombinasikan APBD dengan sumber pembiayaan dari pemerintah pusat.
Skema tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan perbaikan jalan tanpa membebani kemampuan fiskal daerah secara berlebihan.
“Pokoknya kami terus berupaya dan tentu kita harus bersabar, sebab berusaha dengan pusat itu tidak mudah,” kata Azhari.
Pemerintah daerah berharap penanganan jalan secara bertahap dapat meningkatkan konektivitas antarkawasan sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi di Buton Tengah.












