Hibata.id – Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai gelombang tinggi menerjang kawasan pesisir Kelurahan Talaga 1, Kecamatan Talaga Raya, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, Jumat (16/1/2026) malam.
Peristiwa tersebut menyebabkan air laut meluap hingga merendam area pasar dan sejumlah rumah warga di Lingkungan Baru.
Gelombang pasang yang dipicu angin kencang membuat permukaan air laut meningkat signifikan.
Kondisi tersebut diperparah oleh pengaruh musim barat yang saat ini masih berlangsung, sehingga tekanan ombak terus menghantam kawasan pesisir tanpa jeda.
Akibatnya, air laut melimpas ke daratan dan menggenangi kawasan permukiman warga. Sejumlah pedagang di pasar setempat terpaksa menghentikan aktivitas karena genangan air mencapai area jual beli.
Seorang warga Talaga Raya, Alfuddin (35), mengatakan gelombang tinggi kali ini datang di luar perkiraan masyarakat. Padahal, pemerintah sebelumnya telah membangun senderan pantai yang selama ini cukup efektif menahan abrasi dan hantaman ombak.
“Senderan sebenarnya sangat membantu, tetapi ombak malam itu terlalu tinggi. Air laut langsung masuk ke rumah-rumah warga,” kata Alfuddin saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Ia menambahkan, warga bergerak cepat menyelamatkan perabot rumah tangga dan barang dagangan agar tidak mengalami kerusakan lebih parah.
Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan oleh para nelayan setempat. Sedikitnya tujuh unit perahu nelayan dilaporkan tenggelam akibat gelombang tinggi. Kondisi tersebut memaksa nelayan menghentikan sementara aktivitas melaut demi menjaga keselamatan.
Sementara itu, Camat Talaga Raya, Zaludin, S.E., membenarkan kejadian cuaca ekstrem yang melanda wilayahnya. Ia menyebut angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi terus terjadi dan membahayakan aktivitas kelautan.
“Kami mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan. Tinggi gelombang laut diperkirakan bisa mencapai tiga meter atau lebih,” ujar Zaludin melalui pesan WhatsApp.
Ia meminta masyarakat rutin memantau prakiraan cuaca maritim dari instansi terkait dan tidak memaksakan diri melaut jika kondisi dinilai berisiko.
Pemerintah kecamatan berharap warga pesisir mematuhi imbauan tersebut serta terus mengikuti informasi resmi terkait perkembangan cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.













