Buton

Bulog Masuk Buton Tengah, Harga Sembako Turun hingga Petani Diuntungkan

×

Bulog Masuk Buton Tengah, Harga Sembako Turun hingga Petani Diuntungkan

Sebarkan artikel ini
Bupati Buteng, Dr Azhari, menyampaikan hal itu kepada awak media/Hibata.id
Bupati Buteng, Dr Azhari, menyampaikan hal itu kepada awak media/Hibata.id

Hibata.id, Buton Tengah Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) mengambil langkah baru untuk menjaga harga pangan tetap stabil. Salah satunya dengan menghadirkan Badan Urusan Logistik (Bulog) langsung ke daerah.

Kebijakan ini bukan hanya soal menekan harga bahan pokok. Di balik itu, ada upaya membuka peluang bagi petani lokal agar bisa menjual hasil panen dengan harga yang lebih pasti.

Bupati Buteng, Dr Azhari, menyampaikan hal itu saat memimpin rapat pembentukan kios pangan (agen) bersama masyarakat di Kantor Camat Lakudo, Selasa (14/4/2026).

“Bulog tidak hanya menyediakan sembako dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga membeli langsung hasil pertanian masyarakat. Misalnya jagung dari petani lokal, kemudian Bulog distribusikan ke daerah yang membutuhkan,” kata Azhari.

Baca Juga:  Bupati Buteng Hadiri Tradisi Kamomose, Dorong Pelestarian Budaya Lokal

Skema ini dinilai mampu memotong jalur distribusi yang panjang. Dampaknya, harga bisa lebih terkendali dan petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada fluktuasi pasar.

Agar distribusi berjalan merata, pemerintah daerah mendorong masyarakat menjadi agen resmi Bulog di tiap kecamatan. Peran agen ini penting, karena Bulog tidak melayani penjualan eceran.

“Kita butuh agen karena Bulog hanya melayani penjualan dalam jumlah besar. Masyarakat yang menjadi agen harus patuh pada aturan yang sudah disepakati,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Buton Tengah Lepas 43 Anggota Pramuka Ikuti Jambore Daerah Sultra 2025 di Kendari

Soal harga, pemerintah daerah sudah menetapkan batas yang harus diikuti. Semua mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET).

Beras medium jenis SPHP saat ini dijual Rp60.000 per karung dengan batas maksimal Rp61.000.

Angka ini lebih rendah dibanding harga pasar yang bisa mencapai Rp65.000 hingga Rp75.000.

Sementara minyak goreng ditetapkan Rp17.000 per liter dengan batas maksimal Rp18.000.

“Kita sudah tetapkan harganya. Agen tidak boleh menjual di atas HET. Kalau melanggar, akan ditindak,” tegasnya.

Baca Juga:  Jembatan Tona Siap Dibangun, Penghubung Sejarah Dua Pulau Kembar Muna-Buton

Pemerintah juga menyiapkan sanksi bagi agen yang mencoba memainkan harga, termasuk penghentian kerja sama. Aturan ini berlaku untuk semua agen, tanpa pengecualian.

“Semua harus ikut aturan yang sama. Kalau ada yang tidak patuh, laporkan atau viralkan, supaya kita bisa langsung tindak,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Pemkab Buton Tengah tidak hanya ingin menjaga harga tetap stabil, tetapi juga membangun sistem distribusi pangan yang lebih adil dan memberi ruang lebih besar bagi masyarakat lokal.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel