Hibata.id, Pohuwato – Rencana aksi besar Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA API) di momentum Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, mendadak dibatalkan.
Padahal, sebelumnya aksi tersebut diproyeksikan melibatkan sekitar 5.000 massa dan berlangsung selama sepekan, mulai 1 hingga 7 Mei 2026 di sejumlah titik strategis.
Keputusan pembatalan itu tertuang dalam surat resmi bernomor 002/BARA-APTIV/2026 yang disampaikan kepada Kapolres Pohuwato.
Dalam surat yang di tanda tangani Yosar Ruiba tersebut, BARA API menegaskan bahwa rencana aksi ditunda hingga waktu yang belum dapat dipastikan.
“Melalui kesempatan ini kami menyampaikan pemberitahuan susulan bahwa rencana aksi unjuk rasa sebagaimana dimaksud masih ditunda/dibatalkan sampai pada batas waktu yang tidak ditentukan,” tulis BARA API.
Pembatalan ini tidak terjadi tanpa alasan. BARA API mengungkapkan bahwa keputusan diambil setelah melalui komunikasi intensif dan proses diplomasi.
Mulai dari pemerintah daerah, DPRD Pohuwato, serta pihak perusahaan terkait tujuh tuntutan yang sebelumnya akan disuarakan dalam aksi.
Selain itu, berbagai imbauan dari tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa turut menjadi pertimbangan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.
“Pemrakarsa aksi relatif adaptif untuk tetap terus memperjuangkan dan mengawal tujuh poin tuntutan melalui jalur musyawarah atau rapat pertemuan secara persuasif,” lanjut isi surat tersebut.
Koordinator lapangan aksi, Yosar Ruiba, juga menegaskan sikap organisasi terkait potensi adanya pihak lain yang mengatasnamakan BARA API.
“Bilamana pasca surat pemberitahuan pembatalan aksi unjuk rasa ini disampaikan ke pihak Polres kemudian muncul kelompok tertentu membawa bendera dari, untuk dan atas nama BARA API, maka hal itu tidak benar,” tegas mereka.
Dalam pernyataannya, BARA API turut mengingatkan bahwa perjuangan atas nama rakyat tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang merusak.
“Apapun yang sedang kita perjuangkan dari, untuk dan atas nama rakyat tidak boleh memakai cara anarkis, chaos, kekerasan ataupun merusak fasilitas umum,” tulisnya lagi.
Meski membatalkan aksi jalanan, BARA API memastikan perjuangan tetap berjalan melalui jalur dialog.
“BARA API tetap akan berjuang namun dengan cara-cara parlemen ruangan dengan tetap mengedepankan pola komunikasi, koordinasi dan diplomasi yang persuasif serta humanis,” tutup pernyataan tersebut.
Pengamanan Disiapkan Maksimal
Di sisi lain, jajaran Polres Pohuwato sebelumnya telah menyiapkan langkah pengamanan secara menyeluruh untuk mengantisipasi aksi tersebut.
Kapolres Pohuwato AKBP Busroni memimpin langsung apel kesiapsiagaan di halaman Mapolres, sehari sebelum peringatan May Day.
Apel tersebut diikuti Wakapolres, pejabat utama, para Kapolsek, serta seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan.
Sebanyak 240 personel disiagakan, diperkuat satu SSK dari Samapta Polda Gorontalo guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan pendekatan pengamanan yang mengedepankan profesionalitas dan sikap humanis.
“Kami mengedepankan pengamanan secara humanis, namun tetap tegas terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas. Seluruh personel diharapkan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjaga nama baik institusi Polri,” ujarnya.
Pada waktu yang sama, Kapolda Gorontalo juga berada di wilayah Pohuwato, memperkuat kesiapsiagaan aparat dalam mengawal momentum May Day.
Dengan dibatalkannya aksi tersebut, situasi peringatan May Day 2026 di Pohuwato berlangsung aman dan kondusif.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Sementara itu, BARA API memastikan aspirasi tetap diperjuangkan melalui jalur damai dan dialog yang konstruktif.













