Kabar

Di Hadapan Prabowo, Ribuan Buruh Kompak Jawab MBG Tak Bermanfaat

×

Di Hadapan Prabowo, Ribuan Buruh Kompak Jawab MBG Tak Bermanfaat

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan orasi pada peringatan Hari Buruh Internasional di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (1/5/2025), menyoroti isu kesejahteraan buruh dan program pemerintah/Hibata.id
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan orasi pada peringatan Hari Buruh Internasional di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (1/5/2025), menyoroti isu kesejahteraan buruh dan program pemerintah. FOTO: ksp.go.id/Hibata.id

Hibata.id, Jakarta Suasana peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat, mendadak berubah saat Presiden Prabowo Subianto menyapa langsung massa buruh.

Dalam pidatonya, Presiden menyinggung program makan bergizi gratis (MBG) dan melempar pertanyaan sederhana kepada para pekerja.

“Kami juga beri MBG. Saya bertanya kepada saudara-saudara (massa buruh), MBG bermanfaat atau tidak?” tanya Prabowo.

Alih-alih mendapat dukungan, jawaban yang muncul justru di luar dugaan. Massa buruh kompak menjawab singkat.

Baca Juga:  Pani Gold Project Diduga Lakukan Intimidasi, Warga Pohuwato Minta Tolong ke Presiden Prabowo

“Tidak,” sahut ribuan para buruh.

Momen itu seketika mencuri perhatian, karena kontras dengan suasana pidato yang sebelumnya penuh optimisme terhadap program unggulan pemerintah tersebut.

Meski begitu, Presiden tidak menghentikan penjelasannya. Ia tetap melanjutkan pidato dan menekankan pentingnya MBG, terutama untuk anak-anak Indonesia.

“MBG itu sangat penting untuk anak-anak kita. Saudara-saudara sekalian anak-anak kita banyak yang mengalami kurang gizi, badannya kecil, sel (tubuh) nya tidak berkembang. Dengan MBG, ekonomi kita hidup di mana-mana,” jelas Prabowo.

Baca Juga:  Tiket Fun Run Gorontalo Bisa Hangus! Hari Ini Deadline Pembayaran Terakhir

Ia juga menyoroti dampak ekonomi dari program tersebut. Menurutnya, MBG tidak hanya menyasar kesehatan, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor.

“Ekonomi kita hidup, petani dapat penghasilan, saudara-saudara sekalian. Uang ini semua beredar. Indonesia tambah sejahtera,” tambahnya.

Saat ini, pemerintah terus mempercepat pelaksanaan MBG dengan target menjangkau sekitar 82 juta penerima manfaat. Program ini menjadi salah satu prioritas sejak masa kampanye pemilihan presiden 2024.

Baca Juga:  Awal Ramadhan, Indogrosir Gorontalo Ramai Dikunjungi Pelaku Usaha

Peristiwa di Monas itu memperlihatkan dinamika di lapangan antara kebijakan pemerintah dan respons langsung dari buruh.

Meski mendapat penolakan spontan, pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel