Kabar

Kasus Berulang di SPPG Tihu, Dulu Tulang Kini Ulat pada Menu MBG

×

Kasus Berulang di SPPG Tihu, Dulu Tulang Kini Ulat pada Menu MBG

Sebarkan artikel ini
SPPG Desa Tihu Kecamatan Bone Pantai/Hibata.id
SPPG Desa Tihu Kecamatan Bone Pantai/Hibata.id

Hibata.id, Bone Bolango – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tihu, Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango, kembali menjadi perbincangan.

Hal itu setelah muncul keluhan terkait kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa.

Sebelumnya, beberapa bulan lalu siswa mengeluhkan menu yang didominasi tulang.

Kini, muncul temuan adanya belatung (Ulat) pada lauk ayam yang dibawa pulang oleh salah satu siswa.

Informasi yang dihimpun, makanan yang didistribusikan awalnya terlihat dalam kondisi normal.

Baca Juga:  Setyo Budiyanto Resmi Terpilih sebagai Ketua KPK Periode 2024-2029

Bahkan tanpa bau mencurigakan, serta kasat mata menut itu layak dikonsumsi.

Namun, kondisi berubah setelah makanan tersebut tidak langsung dikonsumsi dan dibawa pulang.

Pada malam hari, lauk ayam tersebut dilaporkan mengandung belatung putih yang terlihat bergerak di dalam daging.

Temuan ini memunculkan pertanyaan publik terkait kualitas makanan dan sistem distribusi program MBG di daerah tersebut.

Penjelasan BGN

Menanggapi hal itu, Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Bone Bolango menyatakan makanan dalam kondisi baik saat disalurkan ke sekolah.

Baca Juga:  LPJ “Siluman” di BPBD Kabgor: Nota dan Kwitansi Dimanipulasi

Koordinator Regional BGN Gorontalo, Zulkifli Taluhumala, juga ikut menjelaskan bahwa makanan MBG memiliki batas waktu konsumsi maksimal empat jam setelah dibagikan.

“Jika dikonsumsi lebih dari empat jam, kualitas makanan tidak dapat dijamin. Makanan MBG juga tidak dianjurkan untuk dibawa pulang,” ujarnya.

BGN menyarankan siswa mengonsumsi makanan langsung di lokasi. Jika tidak dikonsumsi, makanan sebaiknya dikembalikan.

Penjelasan tersebut memunculkan perhatian baru, mengingat tidak semua siswa langsung mengonsumsi makanan di sekolah.

Baca Juga:  Baru Dipulangkan, Pengemis Viral Lutfi Haryono Diduga Kembali Mengemis di Kota Gorontalo

Sebagian memilih menunda atau membawa pulang karena berbagai alasan.

Kondisi ini mendorong perlunya evaluasi pada sistem distribusi dan edukasi konsumsi makanan agar program berjalan optimal.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga. Sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG di daerah.

 

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel