- Seorang penambang asal Pohuwato tewas setelah terjatuh di tambang emas Suwawa, Bone Bolango. Evakuasi korban berlangsung dramatis di area bekas longsoran sedalam ratusan meter.
- Kecelakaan maut kembali terjadi di tambang emas Tulabolo, Suwawa Timur. Seorang penambang dilaporkan meninggal dunia usai terpeleset di lokasi tambang rakyat.
- Tambang emas Suwawa kembali memakan korban jiwa. Penambang berusia 60 tahun itu jatuh di area curam saat mencari emas bersama rekan-rekannya.
Hibata.id, Bone Bolango – Harapan mencari emas di kawasan tambang tradisional Tulabolo Timur, Kabupaten Bone Bolango, berakhir tragis bagi Hamid Pakaya (60).
Warga Desa Siduwonge, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato itu tewas setelah terjatuh ke area bekas longsoran saat berada di lokasi tambang emas, Sabtu (9/5/2026).
Korban diduga terpeleset saat melintasi kawasan titik bor 19 Puncak, salah satu area penambangan yang dikenal memiliki medan curam dan berbahaya.
Berdasarkan informasi yang diterima Hibata.id, pagi itu Hamid berada di lokasi tambang bersama sejumlah penambang lainnya.
Korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani diduga kehilangan pijakan ketika berjalan di sekitar area tambang.
Tubuh korban kemudian jatuh ke area bekas longsoran dengan kedalaman diperkirakan mencapai sekitar 200 meter.
Kasi Humas Polres Bone Bolango, AKP Djon Karel Nusi, membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi, Senin (12/05/2026).
“Korban saat itu sedang berjalan di lokasi tambang, kemudian diduga terpeleset dan jatuh ke area bekas longsoran di titik bor 19,” ujar Djon.
Para penambang yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan.
Namun proses evakuasi berlangsung sulit karena lokasi jatuhnya korban berada di area terjal dan sulit dijangkau.
Dengan menggunakan tandu sederhana, korban akhirnya berhasil dievakuasi menuju Puskesmas Dumbayabulan setelah proses yang berlangsung selama beberapa jam.
“Evakuasi dilakukan oleh rekan-rekan penambang menggunakan tandu menuju puskesmas,” kata Djon.
Korban tiba di puskesmas sekitar pukul 13.00 Wita untuk menjalani identifikasi awal dan pemeriksaan medis dasar.
Setelah menerima laporan kejadian, Unit Inafis Satreskrim Polres Bone Bolango turut melakukan identifikasi terhadap korban.
Meski begitu, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah Hamid.
Polisi menyebut keluarga telah menandatangani surat penolakan autopsi di atas materai.
“Pihak keluarga menyatakan tidak keberatan atas kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi,” ujar Djon lagi.
Usai proses identifikasi selesai, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, menggunakan mobil jenazah milik RS Toto Kabila
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko yang dihadapi para penambang rakyat di kawasan tambang tradisional.
Di balik harapan menemukan butiran emas, para penambang harus bekerja di area rawan longsor dengan minim perlengkapan keselamatan.
Kawasan tambang Tulabolo sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu titik pertambangan rakyat yang cukup padat di Bone Bolango.
Aktivitas penambangan yang berlangsung di area berbukit dan ekstrem membuat potensi kecelakaan kerja masih terus mengintai para penambang.













