Peristiwa

Kecelakaan di Lemito Pohuwato: Pickup Ringsek Hantam Pohon, Satu Tewas

×

Kecelakaan di Lemito Pohuwato: Pickup Ringsek Hantam Pohon, Satu Tewas

Sebarkan artikel ini
Kecelakaan Dini Hari di Lemito Pohuwato/Hibata.id
Kecelakaan Dini Hari di Lemito Pohuwato/Hibata.id

Hibata.id, Pohuwato – Fajar baru saja menyingsing ketika suasana tenang di ruas Jalan Trans Sulawesi, Desa Wonggarasi Tengah, Kecamatan Lemito, mendadak berubah menjadi kepanikan.

Sebuah mobil pickup melaju, lalu dalam hitungan detik kehilangan kendali dan menghantam pohon di bahu jalan, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.

Benturan keras itu mengakhiri perjalanan tiga pemuda yang tengah melintas dari arah Kecamatan Popayato menuju Kecamatan Randangan.

Mobil pickup Suzuki Carry bernomor polisi DM 8419 BR tersebut dikemudikan Ramdan Kadir (18), warga Desa Rejonegoro, Kecamatan Paguyaman.

Baca Juga:  Tumbilotohe di Kelurahan Ipilo Tuai Kecaman Keras Netizen

Di dalam kendaraan, ia tidak sendiri. Dua rekannya turut serta, yakni Nirman Mojo (21), warga Desa Sari Tani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, dan Aldo Dulanimo (21), warga Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.

Kapolsek Lemito, Iptu Yobtan Frans, mengungkapkan hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan adanya dugaan kuat pengemudi dalam kondisi lelah.

“Pengemudi diduga mengantuk, sehingga kehilangan kendali. Kendaraan oleng ke kanan lalu menabrak pohon di bahu jalan,” ujar Yobtan.

Baca Juga:  Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok Digeruduk Warga

Detik-detik setelah benturan menjadi momen paling menentukan. Dua korban berhasil keluar dari kendaraan dengan luka ringan.

Namun nahas bagi Aldo Dulanimo. Ia terjepit di dalam kabin yang ringsek, mengalami luka berat, dan mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian.

Warga sekitar yang mendengar suara benturan segera mendatangi lokasi. Tak lama berselang, aparat kepolisian tiba dan langsung melakukan evakuasi.

Korban yang selamat dilarikan ke Puskesmas Lemito untuk mendapatkan perawatan, sementara kendaraan yang rusak parah diamankan sebagai barang bukti.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Gorontalo, Beberapa Fasilitas Rusak

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras akan bahaya kelelahan saat berkendara, terutama di perjalanan jarak jauh dan waktu dini hari yang rawan menurunkan konsentrasi.

“Pastikan kondisi tubuh benar-benar siap saat mengemudi. Jika mengantuk, jangan dipaksakan. Berhenti dan beristirahat,” kata Yobtan.

Di balik sunyinya pagi itu, satu nyawa tak berhasil diselamatkan—meninggalkan duka dan pelajaran bagi para pengguna jalan yang melintas di jalur panjang Trans Sulawesi.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel