Kriminal

Wajah Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Lansia, Ini Motif di Baliknya

×

Wajah Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Lansia, Ini Motif di Baliknya

Sebarkan artikel ini
Wajah Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Lansia/Hibata.id
Wajah Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Lansia/Hibata.id

Hibata.id Kasus kematian tragis seorang lansia di Pekanbaru akhirnya terungkap. Fakta di balik peristiwa ini perlahan terbuka, memperlihatkan rencana yang awalnya sederhana namun berujung fatal.

Aparat dari Polda Riau mengungkap keterlibatan empat orang dalam kasus tersebut. Salah satu pelaku utama adalah mantan menantu korban, berinisial AF.

Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Hasyim Risahondua, menjelaskan para pelaku tidak bertindak spontan. Mereka lebih dulu menyusun rencana sebelum bergerak ke Pekanbaru.

Kelompok ini berangkat dari Aceh Tengah dan tiba pada akhir April 2026. Selama beberapa hari, mereka menginap di kawasan Jalan Riau sambil mengamati situasi rumah korban.

Baca Juga:  4 Pelaku Penganiayaan Sadis di Tambang Ilegal Pohuwato Akhirnya Dibekuk Polisi

Pada hari kejadian, AF menghubungi anak korban dan mengatur pertemuan di kawasan Jalan Sudirman. Pertemuan itu menjadi pintu masuk menuju peristiwa yang tidak terduga.

Sesampainya di rumah, suasana awal terlihat biasa. AF bahkan sempat menyapa korban seperti tidak terjadi apa-apa. Namun situasi berubah ketika salah satu pelaku lain datang dengan alasan tertentu.

Dalam hitungan waktu singkat, aksi yang semula dirancang sebagai perampokan berubah menjadi insiden fatal. Korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Baca Juga:  Polda Gorontalo Tangkap ASN, Diduga Terlibat Penipuan Proyek Pemberdayaan Masyarakat

Setelah kejadian itu, para pelaku berupaya menutupi jejak. Mereka merusak kamera pengawas dan mengatur situasi agar terlihat seolah tidak terjadi sesuatu.

Yang membuat kasus ini semakin rumit, anak korban sempat berada di sekitar lokasi, namun tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi.

Pelaku kemudian membawa anak korban keluar kota. Rencana berikutnya sempat berubah di tengah jalan, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk membatalkannya.

Penyelidikan polisi mengarah pada motif pribadi. AF mengaku menyimpan kekecewaan lama terhadap korban sejak masih menjadi bagian dari keluarga tersebut.

Baca Juga:  Kasus BBM Subsidi untuk Tambang Ilegal Pohuwato Naik ke Meja Kejaksaan

Hubungan yang sempat terjalin sejak 2022 itu berakhir pada 2023, ketika AF meninggalkan rumah dan kembali ke luar daerah.

Polisi bergerak cepat setelah mengumpulkan bukti. Seluruh pelaku berhasil diamankan di lokasi berbeda.

Sebagian ditangkap di wilayah Aceh Tengah, sementara lainnya diamankan di Sumatera Utara. Dua pelaku sempat melakukan perlawanan saat ditangkap.

Kasus ini masih terus didalami untuk mengungkap detail lain yang belum terungkap. Polisi memastikan proses hukum berjalan hingga tuntas.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel