Kota Gorontalo

Penuhi Target PBB, Wali Kota Adhan Siapkan Penghargaan untuk Sembilan Kelurahan

×

Penuhi Target PBB, Wali Kota Adhan Siapkan Penghargaan untuk Sembilan Kelurahan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea saat dalam rapat koordinasi di Bandhayo Lo Yiladia, Selasa malam, 4 November 2025. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea saat dalam rapat koordinasi di Bandhayo Lo Yiladia, Selasa malam, 4 November 2025. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)

Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo mencatat sembilan kelurahan berhasil menuntaskan realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2025 hingga 100 persen. Meski begitu, capaian rata-rata seluruh kelurahan baru mencapai 64 persen.

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan apresiasi kepada para lurah dan kolektor pajak yang berhasil memenuhi target tersebut.

“Mereka sudah bekerja dengan sungguh-sungguh. Yang sudah capai akan mendapat penghargaan, termasuk kolektornya,” ujar Adhan dalam rapat koordinasi di Bandhayo Lo Yiladia, Selasa malam, 4 November 2025.

Baca Juga:  Kota Gorontalo Borong 6 Medali di Germas SAPA 2025

Adhan menugaskan Kepala Badan Keuangan Kota Gorontalo, Nuryanto, menyiapkan bentuk penghargaan sesuai kemampuan keuangan daerah. Ia berharap langkah ini dapat memacu kelurahan lain agar mencapai hasil serupa.

“Tahun depan semua harus sama dengan yang sudah capai,” katanya menegaskan.

Baca Juga:  Pemkot Gorontalo Libatkan Sektor Pendidikan untuk Menjaga Inflasi

Sembilan kelurahan yang berhasil memenuhi target PBB yakni Biawao, Heledulaa Selatan, Ipilo, Donggala, Liluwo, Leato Utara, Tomulobutao Selatan, Dulalowo, dan Botu.

Dalam kesempatan yang sama, Adhan juga menyoroti pentingnya efisiensi perjalanan dinas sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan nasional penghematan anggaran.

“Sejak dilantik, perjalanan dinas saya paling banyak hanya delapan kali. Buat apa keluar daerah kalau tidak ada kepentingan publik,” ujarnya.

Baca Juga:  100 Warga di Dumbo Raya Kota Gorontalo dapat Bantuan Bahan Pokok

Menurut Adhan, efisiensi anggaran menjadi keharusan di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas.

Ia menegaskan setiap rupiah harus digunakan untuk kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk peningkatan penerimaan PBB sebagai salah satu sumber utama pendapatan daerah.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel