Hukum

Jejak Karier Mantan Kapolda Gorontalo, Jendral yang Berurusan dengan Batu

398
×

Jejak Karier Mantan Kapolda Gorontalo, Jendral yang Berurusan dengan Batu

Sebarkan artikel ini
Mantan Kapolda Gorontalo Irjen Pol Drs. Angesta Romano Yoyol/Hibata.id
Mantan Kapolda Gorontalo Irjen Pol Drs. Angesta Romano Yoyol/Hibata.id

Hibata.id – Brigjen Pudji Prasetijanto Hadi kini resmi menjadi Kapolda Gorontalo menggantikan Irjen. Angesta Romano Yoyol.

Irjen Pol. Drs. Angesta Romano diganti karena sudah memasuki masa pensiun. Mutasi Kapolda Gorontalo itu tertuang dalam surat telegram Kapolri bernomor ST/429/II/KEP./2024 tanggal 28 Februari 2024.

Ada yang menarik dengan Irjen Pol. Drs. Angesta Romano semasa meniti karir di kepolisian. Yoyol merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1989 terbaik dan berpengalaman dalam bidang reserse.

Baca Juga:

Caleg Nasdem di Bone Bolango Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Kok Bisa?

Mahasiswa Bakal Demo Dugaan Ijazah Palsu Caleg Nasdem Bonebol

Dampak Jika Gunakan Ijazah Palsu Ketika Maju Caleg, di Gorontalo Ada?

Pria kelahiran 21 Februari 1966, Padang, Sumatera Barat ini beberapa kali berurusan dengan batu. Berbagai jabatan strategis pernah diemban oleh Yoyol, di antaranya Danton Tar II Akpol (1-11-1990), Pama Polda Metro Jaya (30-5-1991), Pama Polres Metro Jakarta Utara (2-12-1991), Kanit Binmas Polsek Metro Pademangan (14-10-1992).

Kemudian, Kanit Judi Susila Sat Serse Polres Metro Jakarta Utara (25-4-1994), Wakasat Serse Polres Metro Jakarta Utara (10-11-1995), Pama STIK Lemdikpol (1-8-1996), Panit Reaksi Cepat Sat Resmob Korserse Bareskrim Polri (4-4-1998), Dan Unit V URC Korserse Bareskrim Polri (1-4-1999).

Lalu, Kapolsek Metro Tanah Abang (1-3-2000), Kasat Serse Polres Metro Jakarta Pusat (1-12-2000), Kanit V Sat I Kamneg Ditreskrim Polda Metro Jaya (27-8-2003), Pasis Sespim Lemdiklat (30-5-2004), Pamen Bareskrim Polri (18-10-2004).

Selanjutnya, Penyidik Madya DIT I/Kamtrannas Bareskrim Polri (30-11-2004), Ka KPPP Tanjung Priok (09-2-2007), Wakapolres Metro Jakarta Pusat (23-10-2008), Kaden 88/Antiteror Polda Metro Jaya, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat (29-7-2011).

Nah, saat menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat, Yoyol pernah dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) lantaran kepalanya terkena lemparan batu ketika mengamankan demonstrasi di depan Universitas Bung Karno (UBK) pada pertengahan Desember 2011.

Kondisi Yoyol saat dibawa ke RSCM pada Rabu, 14 Desember 2011 masih sadar. Namun kesulitan berdiri lantaran luka di bagian kepalanya cukup parah. Adapun para mahasiswa UBK saat itu menggelar aksi untuk mengenang Sondang Hutagalung.

Sondang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) angkatan 2007 yang tewas setelah nekat membakar diri pada 7 Desember 2011 di depan Istana Kepresidenan, Jakarta.

Aksi bakar diri dilakukan Sondang sebagai bentuk protes atas ketidakadilan dan kemiskinan yang menghimpit masyarakat Indonesia. Nah, setelah menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat, Yoyoll digeser menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri (26-3-2014)

 

Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com dengan judul Jejak Karier Irjen Pol Angesta Romano Yoyol, Jenderal yang Berurusan dengan Batu

Example 120x600