Hibata.id, Gorontalo – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah pertashop dan depot eceran di Gorontalo membuat warga kesulitan mendapatkan bahan bakar buat kenderaan.
Pengecer yang masih memiliki stok disebut menjual Pertalite dengan harga Rp15 ribu hingga Rp25 ribu.
Kondisi tersebut memaksa pengendara mencari BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), yang juga diwarnai antrean.
Keluhan warga muncul di tengah pernyataan Pemerintah Provinsi Gorontalo bahwa kuota BBM pada 2026 tidak mengalami penurunan.
Salah seorang pengendara, Husain Ayuba, mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite di depot-depot kecil.
Ia berharap pemerintah segera menanggapi persoalan yang dirasakan masyarakat.
“Masyarakat susah sekali cari BBM, kalau sudah begini Gubernur jangan tutup mata kasian kami rakyat kecil,” kata Husain saat diwawancarai, Senin (12/10/2026).
Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Wardoyo Pongoliu, mengatakan pemerintah tidak memiliki kewenangan mengatur harga BBM yang dijual pengecer di luar penyalur resmi.
“Pemerintah tidak bisa mengatur harga BBM di tingkat pengecer, selain penyalur resmi seperti SPBU,” ujar Wardoyo.
Ia menjelaskan pemerintah telah membentuk satuan tugas pengendalian distribusi BBM yang melibatkan unsur pemerintah, Pertamina, dan aparat penegak hukum.
Satgas tersebut bertugas memantau kondisi serta ketertiban distribusi BBM di lapangan.
Wardoyo juga menegaskan kuota BBM untuk Gorontalo pada 2026 tidak mengalami pengurangan.
“Untuk kuota BBM tahun 2026, saat ini tidak ada penurunan. Penyalurannya masih mengacu pada kuota yang telah ditetapkan,” katanya.
Meski kuota tidak berkurang, kekosongan stok di tingkat pengecer dan antrean di SPBU masih menjadi keluhan masyarakat.
Langkah Pemerintah
Di tengah keluhan tersebut, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengumpulkan satuan tugas dan pihak Depo Pertamina pada Selasa (13/10/2026) untuk membahas kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam pertemuan itu, Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga Gorontalo Satria Saputra Harahap menjelaskan kapal pengangkut BBM telah tiba di dermaga sejak Senin siang.
Pasokan tersebut telah dan akan terus disalurkan secara merata ke seluruh SPBU.
“Depo Pertamina mengatur suplai dengan distribusi ke SPBU mulai jam 1 dini hari sampai jam 6 pagi, sehingga diharapkan untuk wilayah kota dan Kabupaten Gorontalo sudah terisi sejak pagi hari,” kata Satria saat rapat bersama Gubernur Gusnar.
Gusnar meminta distribusi BBM berjalan lancar dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memperkeruh antrean.
Ia juga meminta aparat terkait menindak upaya penimbunan BBM melalui pembelian dalam jumlah besar.
Pemerintah memastikan pasokan dan stok BBM tersedia hingga akhir tahun. Masyarakat juga diimbau tidak membeli BBM secara berlebihan, terlebih hingga melakukan penimbunan.












