Hibata.id – Setelah menjalani pemeriksaan intensif selama belasan jam di Mapolresta Pekanbaru, Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa, akhirnya diberangkatkan ke Jakarta oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, 3 Desember 2024.
Risnandar, yang juga menjabat Direktur Organisasi Kemasyarakatan di Kementerian Dalam Negeri, diterbangkan melalui jalur VIP di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
Dalam rombongan itu, turut serta Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, tiga perempuan yang diduga pejabat Pemkot Pekanbaru, serta sejumlah pria lain. Total ada delapan orang yang dibawa KPK.
Meski dikawal ketat, Risnandar tidak memberikan pernyataan apa pun kepada awak media. Ia tampak mengenakan masker hitam dengan raut wajah yang terlihat lelah.
Operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Risnandar dilakukan pada Senin petang, 2 Desember 2024. Ia ditangkap di rumah dinasnya di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pekanbaru.
Sebelumnya, KPK lebih dulu mengamankan Indra Pomi di kawasan Komplek Perkantoran Tenayan, yang menjadi pusat administrasi Pemkot Pekanbaru.
Seluruh pihak yang terjaring OTT tersebut digiring ke Mapolresta Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan awal. Selama pemeriksaan berlangsung, gerbang Mapolresta ditutup rapat dan dijaga ketat, dengan akses media dibatasi sepenuhnya.
Pada Selasa siang, sekitar pukul 13.15 WIB, tiga mobil hitam yang membawa Risnandar dan rombongan keluar dari Mapolresta. Konvoi tersebut dikawal oleh dua mobil patroli dan beberapa motor polisi menuju bandara.
Penangkapan ini menjadi sorotan publik, mengingat Risnandar baru menjabat sebagai Pj Wali Kota Pekanbaru dan memiliki latar belakang sebagai pejabat di Kemendagri.
Hingga saat ini, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait kasus yang melibatkan Risnandar dan sejumlah pejabat Pemkot Pekanbaru tersebut.