Scroll untuk baca berita
Buton

Tinjau Korban Kebakaran Lombe, Bupati Buteng Sekaligus Soroti Praktik Bom Ikan

×

Tinjau Korban Kebakaran Lombe, Bupati Buteng Sekaligus Soroti Praktik Bom Ikan

Sebarkan artikel ini
Bupati Buton Tengah Azhari meninjau korban kebakaran di Kelurahan Lombe sekaligus memastikan bantuan Kemensos tersalurkan dan keamanan perairan tetap diawasi aparat/Hibata.id
Bupati Buton Tengah Azhari meninjau korban kebakaran di Kelurahan Lombe sekaligus memastikan bantuan Kemensos tersalurkan dan keamanan perairan tetap diawasi aparat/Hibata.id

Hibata.id – Bupati Buton Tengah (Buteng) Dr. Azhari meninjau langsung penyaluran bantuan bagi warga korban kebakaran di Kelurahan Lombe, Minggu (8/3/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan bantuan pemerintah tersalurkan dengan baik sekaligus memantau kondisi keamanan perairan di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan itu, Bupati Azhari mendampingi tim Kementerian Sosial (Kemensos) yang menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran yang masuk kategori desil 1 hingga 5 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Selain bantuan dari Kemensos, Dinas Sosial Kabupaten Buton Tengah juga menyalurkan bantuan tambahan kepada warga yang rumahnya terdampak kebakaran.

“Pemerintah daerah berupaya melakukan yang terbaik sesuai kemampuan yang ada agar masyarakat yang terdampak kebakaran bisa segera terbantu,” kata Azhari.

Ia menambahkan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Buton Tengah saat ini juga tengah menyelesaikan proses administrasi agar bantuan tambahan bagi korban kebakaran dapat segera disalurkan.

Baca Juga:  Momentum Idul Adha, Bupati Azhari Ajak Warga Buteng Rawat Persatuan

Bahas keamanan perairan

Selain memantau penyaluran bantuan, Bupati Azhari juga bertemu dengan personel Angkatan Laut dari Pos AL Baubau yang sedang melakukan patroli di perairan Lombe.

Pertemuan tersebut membahas kondisi keamanan laut setelah muncul sejumlah komentar masyarakat di media sosial mengenai suara ledakan yang sering terdengar di wilayah tersebut.

Sebagian warga menduga suara tersebut berasal dari aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.

Namun, berdasarkan informasi dari personel Angkatan Laut, aktivitas penangkapan ikan dengan cara pemboman di perairan sekitar Lombe saat ini sudah jauh berkurang.

“Ledakan yang sering terdengar itu umumnya berasal dari perairan di luar wilayah Buton Tengah, meskipun lokasinya tidak jauh dari Lombe,” ujar Azhari.

Baca Juga:  Pemkab Buton Tengah Gelar Safari Dakwah dan Ruqyah Syar’iyyah

Ia menegaskan aparat penegak hukum tetap melakukan pengawasan terhadap praktik penangkapan ikan ilegal di wilayah laut.

Menurutnya, pengawasan di perairan dilakukan oleh satuan khusus Kepolisian yaitu Polisi Air dan Udara (Polairud).

Bupati juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama Kapolres Buton Tengah telah berdiskusi untuk mengusulkan penambahan personel Polairud guna memperkuat pengawasan di wilayah perairan Buton Tengah.

“Dengan semakin intensifnya patroli dari Polair Baubau dan Pos AL Baubau, kami berharap wilayah pesisir Buton Tengah semakin aman,” katanya.

Ajak masyarakat jaga laut

Bupati Azhari juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian laut dengan tidak menggunakan cara-cara yang merusak dalam menangkap ikan.

Menurut dia, kondisi laut saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan masa lalu ketika ikan masih melimpah di perairan sekitar.

Baca Juga:  Pemkab Buton Tengah Tegaskan Disiplin PNS, Guru Wajib Absen untuk Cairkan Gaji

“Dulu ikan sangat mudah ditemukan di sekitar pesisir. Sekarang nelayan harus melaut lebih jauh karena terumbu karang banyak yang rusak akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah siap membantu masyarakat dengan menyediakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.

Azhari juga meminta para kepala lingkungan dan kepala desa agar mengusulkan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut secara objektif.

“Jangan hanya karena kedekatan lalu yang diusulkan hanya kerabat atau rekan. Justru warga yang sering terabaikan itulah yang kadang terpaksa melakukan penangkapan ikan yang merusak karena merasa tidak memiliki pilihan,” kata Azhari.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel