Politik

Golkar Mulai Hitung-hitungan dengan Gusnar Ismail, Kalkulator Politik Keluar

×

Golkar Mulai Hitung-hitungan dengan Gusnar Ismail, Kalkulator Politik Keluar

Sebarkan artikel ini
Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Gorontalo Meyke Kamaru/Hibata.id
Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Gorontalo Meyke Kamaru/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Hubungan Partai Golkar dengan pemerintahan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail rupanya mulai masuk ruang evaluasi.

Belum ada cerita angkat koper dari koalisi, tetapi partai berlambang pohon beringin itu mulai membuka kembali buku catatan politiknya.

Scroll untuk baca berita

Fraksi Golkar DPRD Provinsi Gorontalo sedang menghitung ulang, setelah ikut berkeringat memenangkan Gusnar Ismail.

Apa yang diperoleh masyarakat dan bagaimana dampak koalisi tersebut terhadap partai?

Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Gorontalo Meyke Kamaru mengatakan, persoalan itu telah dibicarakan dalam rapat internal di Kantor DPD Partai Golkar Gorontalo.

“Kami melakukan evaluasi dan proyeksi posisi Fraksi Golkar terhadap koalisi pemerintahan saat ini,” kata Meyke.

Bahasa politiknya memang evaluasi dan proyeksi. Bahasa warung kopinya kira-kira, mari buka catatan, lalu lihat apakah perjalanan bersama ini masih sesuai tujuan.

Namun, Golkar belum menyatakan hendak turun dari kendaraan koalisi.

Ikut Dorong Mobil

Golkar memiliki alasan melakukan evaluasi. Partai tersebut merupakan salah satu kekuatan politik yang ikut mengusung Gusnar Ismail-Idah Syahidah pada Pilkada Gorontalo.

Baca Juga:  KPU Gorontalo Utara Sukses Gelar Debat Perdana Calon Bupati

Meyke mengingatkan, kemenangan pasangan Gusnar-Idah bukan pekerjaan satu pihak.

Golkar bersama partai koalisi lainnya ikut mengambil bagian dalam perjuangan politik tersebut.

Karena itu, setelah pemerintahan berjalan, Golkar ingin mengukur kembali manfaat hubungan politik yang sudah dibangun.

“Perlu dievaluasi sejauh mana dampak elektoral terhadap partai dan masyarakat melalui program visi-misi,” ujar Meyke.

Artinya, evaluasi tidak semata berbicara soal siapa mendapat kursi atau siapa dekat dengan kekuasaan.

Golkar juga ingin melihat sejauh mana program pemerintahan memberi manfaat kepada masyarakat.

Dalam politik, rupanya bukan hanya anggaran yang perlu dievaluasi. Tapi hubungan juga perlu.

Bedanya, evaluasi hubungan politik tidak mengenal istilah ghosting. Biasanya ada rapat, pembahasan, rekomendasi, lalu keputusan partai.

Penjelasan Meyke kemudian semakin serius. Ia mengingatkan agar dukungan politik Golkar tidak sekadar menjadi modal untuk membangun kepentingan politik tertentu.

“Jangan sampai semakin ke sini hanya digunakan untuk modal political build tertentu,” katanya.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Fraksi Golkar ingin hubungan koalisi berjalan dengan manfaat yang dapat diukur, terutama melalui realisasi program dan visi-misi pemerintahan.

Baca Juga:  Kemiskinan Jadi Fokus Utama IRIS Jika Terpilih di Pilkada Bonebol

Meski demikian, pernyataan Meyke tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai keputusan Golkar keluar dari koalisi.

Sebab, sampai sekarang pohon beringin belum mencabut akarnya.

Mau Keluar Koalisi?

Ketika pembicaraan sampai pada kemungkinan menarik dukungan dari pemerintahan Gusnar Ismail, Meyke memberikan jawaban tegas.

“Kami belum sampai di sana,” ujarnya.

Dengan demikian, Golkar belum memutuskan menarik dukungan.

Evaluasi Fraksi Golkar masih harus disampaikan kepada pimpinan DPD Partai Golkar Gorontalo.

Sikap politik selanjutnya akan mengikuti mekanisme resmi internal partai.

Jadi, belum ada pintu koalisi yang dibanting. Koper politik pun belum terlihat di depan rumah.

Yang ada baru kalkulator, Golkar sedang menghitung.

Ghalieb Sentil Manfaat Kemitraan

Evaluasi tersebut bukan suara yang muncul sendirian. Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Gorontalo Ghalieb Lahidjun sebelumnya turut mempertanyakan manfaat hubungan kemitraan politik dengan Gusnar Ismail.

Ghalieb menilai hubungan kemitraan yang berjalan hampir dua tahun perlu dievaluasi dari sisi manfaat bagi masyarakat maupun Partai Golkar.

Baca Juga:  Debat Kedua Pilkada Gorontalo Utara, Bahas SDM Unggul dan Tantangan Sosial

Pandangan itu memperlihatkan bahwa pembahasan mengenai posisi Golkar dalam koalisi telah menjadi perhatian di internal fraksi.

Namun, evaluasi tetap harus dibedakan dengan keputusan politik resmi.

Selama belum ada keputusan partai, Golkar masih berada dalam barisan pendukung pemerintahan Gusnar-Ismail.

Di tengah suara evaluasi dari Golkar, Partai Demokrat memberikan penilaian berbeda.

Ketua Satgas DPD Partai Demokrat Gorontalo Helmi Rasid menyatakan pemerintahan Gusnar-Ismail tetap solid dan fokus menjalankan program pembangunan.

Menurut Helmi, masing-masing pihak memiliki hak memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintahan.

Pada akhirnya, masyarakat yang akan memberikan penilaian terhadap hasil kerja pemerintah.

Maka, panggung politik Gorontalo belum sampai pada episode “Golkar Tinggalkan Koalisi”. Ceritanya baru memasuki bab evaluasi hubungan.

Apakah Golkar tetap nyaman berada di dalam koalisi, meminta pola kemitraan diperbaiki, atau mengambil pilihan politik berbeda, jawabannya masih menunggu keputusan resmi partai.

Untuk sementara, beringin masih berdiri di halaman koalisi. Hanya saja, kalkulator politiknya sudah mulai berbunyi.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel