Politik

NasDem Pohuwato Telusuri Dugaan Keterlibatan Yusuf Lawani dalam PETI DAM Hulawa

×

NasDem Pohuwato Telusuri Dugaan Keterlibatan Yusuf Lawani dalam PETI DAM Hulawa

Sebarkan artikel ini
Partai Nasional Demokrat (Nasdem)/Hibata.id
Partai Nasional Demokrat (Nasdem)/Hibata.id

Hibata.id – DPD Partai NasDem Kabupaten Pohuwato akan menelusuri dugaan keterlibatan anggota DPRD Pohuwato dari Fraksi NasDem, Yusuf Lawani, dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia.

Ketua DPD Partai NasDem Pohuwato, Iwan Adam, mengatakan partainya akan memanggil Yusuf Lawani untuk memberikan klarifikasi. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar mengenai dugaan keterlibatan legislator tersebut dalam aktivitas tambang.

“Kita akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi. Kita ingin mengetahui langsung bagaimana sebenarnya persoalan ini,” kata Iwan, Senin, 17 Agustus 2026.

Baca Juga:  Bawaslu Kota Gorontalo Tingkatkan Kapasitas Panwascam Jelang Verifikasi Faktual

Menurut Iwan, NasDem tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat. Klarifikasi dari Yusuf diperlukan untuk mengetahui fakta sebenarnya terkait lokasi dan aktivitas tambang yang dimaksud.

Iwan menegaskan, jika hasil klarifikasi dan penelusuran internal menemukan bukti keterlibatan Yusuf dalam aktivitas PETI, DPD NasDem Pohuwato akan mengambil tindakan sesuai mekanisme dan aturan partai.

“Kalau terbukti, tentu kita akan tindaki sesuai aturan partai,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan seluruh kader NasDem, terutama anggota legislatif, untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan menghindari aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.

Baca Juga:  Alasan PDIP Surati KPU, Tolak Hasil Pemilu 2024 Pakai Sirekap

Dugaan keterlibatan Yusuf mencuat setelah tragedi longsor terjadi di kawasan PETI DAM, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia. Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa.

Informasi yang dihimpun Hibata.Id menyebut sekitar 30 orang diduga berada di lokasi ketika longsor terjadi. Namun, jumlah tersebut masih memerlukan verifikasi dari pihak berwenang.

Seorang warga yang ditemui di rumah duka di Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, menyebut lokasi tambang tersebut dikaitkan dengan kepemilikan salah satu anggota DPRD Pohuwato berinisial YL.

Baca Juga:  Jika Terpilih, IRIS akan Naikkan Insentif Bulanan Imam, Guru Ngaji, dan Pegawai Syara

Sementara itu, Yusuf Lawani membantah lokasi yang tertimbun longsor merupakan miliknya. Dia mengakui memiliki lokasi di kawasan DAM, tetapi menyebut titik longsor berada di lokasi berbeda.

“Peristiwa itu bukan di lokasi saya. Itu di lokasi Firman. Dari lokasi saya masih ada lokasi Kusno, baru itu saya punya,” kata Yusuf, seperti dikutip Dulohupa.id.

Pernyataan Yusuf tersebut menjadi salah satu informasi yang akan ditelusuri DPD NasDem Pohuwato melalui proses klarifikasi internal.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel