Peristiwa

Karhutla Pelita Hijau Merangsek ke Permukiman, Warga Tercekik Asap

×

Karhutla Pelita Hijau Merangsek ke Permukiman, Warga Tercekik Asap

Sebarkan artikel ini
Karhutla di Desa Pelita Hijau, Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, mulai mendekati permukiman warga/Hibata.id
Karhutla di Desa Pelita Hijau, Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, mulai mendekati permukiman warga/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pelita Hijau, Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, kini kian mendekati permukiman warga.

Kobaran api yang telah membakar sekitar 100 hektare lahan itu diperkirakan tinggal berjarak beberapa meter dari rumah penduduk.

Bukan hanya lahan yang terbakar. Kepulan asap mulai mengepung permukiman dan mengganggu warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Sejumlah warga mengeluhkan sesak napas, sementara anak-anak menjadi kelompok yang paling dikhawatirkan terdampak paparan asap.

Situasi tersebut membuat warga berada dalam posisi serba sulit.

Di satu sisi mereka harus menjaga rumah dari ancaman api, sementara di sisi lain upaya pemadaman terkendala akses menuju lokasi kebakaran.

Tokoh masyarakat Desa Pelita Hijau, Rahman Barisi, mengatakan, warga melihat api terus bergerak mendekati permukiman.

Baca Juga:  Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Cipularang KM 92

“Tinggal beberapa meter api sudah menjalar ke pemukiman,” kata Rahman.

Menurut dia, kebakaran telah berlangsung selama beberapa hari.

Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala karena kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api akibat kondisi jalan yang tidak memungkinkan.

“Kondisi jalan tidak memungkinkan mobil Damkar masuk, makanya harus ada alternatif lain untuk memadamkan api,” ujarnya.

Keterbatasan akses membuat warga turun tangan. Mereka berusaha menahan pergerakan api menggunakan air yang tersisa serta ranting pohon yang dibasahi.

Cara maual itu menjadi pilihan warga untuk mencegah api semakin dekat ke rumah.

“Kami sulit air, meski begitu warga mematikan api dengan sisa air yang ada. Kami berharap pemerintah bisa menindaklanjuti ini,” kata Rahman.

Baca Juga:  Usai Banjir, Penyakit Kulit Kini Mengancam Warga Kota Gorontalo

Rahman bilang, warga membutuhkan penanganan yang lebih cepat karena titik api terus mendekati kawasan tempat tinggal.

Kondisi jalan menjadi persoalan utama dalam proses pemadaman. Kendaraan pemadam dari BPBD Provinsi Gorontalo disebut telah datang ke lokasi, tetapi tidak dapat menjangkau titik kebakaran karena medan yang tidak memungkinkan.

Di tengah kondisi itu, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Femmy Udoki meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo segera mengambil langkah untuk menangani karhutla di Desa Pelita Hijau.

Femmy meminta Gubernur Gorontalo memastikan penanganan kebakaran segera ditindak, sebab, api tengah mendekati permukiman warga.

“Saya minta Pak Gubernur untuk bisa menindaklanjuti hal tersebut,” kata Femmy kepada Hibata.id.

Baca Juga:  Heboh!, Ada Dugaan Peluru Nyasar di Kantor Bappeda Bone Bolango

Ia mengatakan BPBD Provinsi Gorontalo telah mendatangi lokasi. Namun, kendala akses membuat proses pemadaman tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Menurut Femmy, pemerintah perlu menyiapkan metode pemadaman lain apabila jalur darat tidak memungkinkan untuk menjangkau titik api.

“Jalan satu-satunya, pemerintah bisa memadamkan api ini menggunakan helikopter. Makanya saya minta Pak Gubernur, karena ini nyawa manusia,” ujarnya.

Karhutla di Desa Pelita Hijau kini tidak lagi sekadar persoalan lahan yang terbakar.

Ketika api mulai mendekati permukiman dan asap masuk ke ruang hidup warga, kecepatan penanganan menjadi semakin penting untuk mencegah kebakaran meluas ke rumah penduduk.

**Jadikan Hibata.id sebagai preferensi sumber. Klik 👉 GOOGLE dan ikuti WhatsApp Channel