Scroll untuk baca berita
CEK FAKTA

Cek Fakta: Klaim Jokowi Sakit Kulit karena Azab Bohong adalah Hoaks

×

Cek Fakta: Klaim Jokowi Sakit Kulit karena Azab Bohong adalah Hoaks

Sebarkan artikel ini
Presiden Jokowi /Hibata.id
Presiden Jokowi. Foto: Humas Kemensetneg RI /Hibata.id

Hibata.id – Sebuah unggahan video di media sosial Facebook menampilkan tangkapan layar artikel yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui penyakit kulit yang dideritanya merupakan “azab karena sering berbohong”. Klaim tersebut dipastikan tidak benar.

Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa narasi dalam unggahan tersebut merupakan manipulasi informasi. Artikel yang dijadikan rujukan sebenarnya berjudul “Heboh Jokowi Sakit Kulit, Dokter Tifa: Autoimun atau Hiperkortisolisme?”, sebagaimana dilansir Kompas.com.

Baca Juga:  Cek Fakta: Yaqut Cholil Sebut Jokowi Atur Kuota Haji Beredar di Media Sosial

Dalam berita aslinya, Jokowi menyampaikan bahwa dirinya hanya mengalami alergi kulit ringan. Ia menjelaskan bahwa gejala tersebut muncul setelah melakukan kunjungan kenegaraan ke Vatikan beberapa waktu lalu.

“Cuma alergi kulit biasa,” ujar Jokowi, sebagaimana dikutip dari Kompas.com. Ia juga menegaskan bahwa kondisinya tidak serius dan telah mendapat penanganan medis.
Konteks dan Klarifikasi

Unggahan yang memuat narasi “azab karena sering bohong” tersebut tidak memiliki dasar medis maupun pernyataan resmi dari Jokowi. Penyebaran informasi menyesatkan seperti ini tergolong sebagai disinformasi yang dapat merusak kredibilitas tokoh publik serta menyesatkan masyarakat.

Baca Juga:  Waspada Hoaks! Ini Cara Menangkal Informasi Palsu di Media Online

Pakar kesehatan dalam artikel aslinya juga tidak menyebut adanya kaitan antara kondisi kesehatan Jokowi dengan perilaku pribadi.

Penyebutan istilah medis seperti autoimun dan hiperkortisolisme hanya merupakan analisis awal yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, bukan kesimpulan pasti.
Imbauan untuk Warganet

Baca Juga:  Cek Fakta: Klarifikasi Hoaks Tebus Murah iPhone 16 Pro Max di Kota Probolinggo

Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial, terutama yang berkaitan dengan isu kesehatan dan tokoh negara. Pemeriksaan fakta melalui media kredibel dan rujukan resmi sangat penting untuk menghindari penyebaran hoaks.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel