Hibata.id, Boalemo – Peringatan Hari Kartini di Desa Tapadaa, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, berlangsung sederhana namun sarat makna.
Tidak sekadar seremoni, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi atas persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat.
Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, dalam kesempatan itu menyoroti kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih memerlukan perhatian bersama.
Kegiatan yang digagas Karang Taruna Kecamatan Botumoito tersebut juga menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini, sekaligus menguatkan peran pemuda di tengah masyarakat.
Sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat hadir, mulai dari Camat Botumoito, Kepala Puskesmas, para kepala desa, hingga pengurus Karang Taruna di tingkat kecamatan dan desa.
Dalam sambutannya, Lahmudin mengapresiasi langkah Karang Taruna yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan positif dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Pemuda punya peran penting dalam membawa perubahan. Kegiatan seperti ini bukan hanya seremonial, tapi juga menjadi ruang edukasi,” ujar Lahmudin, Kamis (23/4/2026).
Ia menekankan, upaya pencegahan kekerasan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kerja bersama antara pemuda, PKK, dan kelompok Dasawisma untuk mendeteksi sejak dini potensi kasus di lingkungan masing-masing.
“Kalau semua bergerak bersama, pencegahan bisa lebih efektif,” katanya.
Menurut Lahmudin, semangat Kartini tidak hanya soal kesetaraan perempuan, tetapi juga tentang kepedulian dalam melindungi hak perempuan dan anak.
Ia pun berharap Karang Taruna terus aktif menghadirkan kegiatan yang berdampak nyata dan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan peduli.
“Kegiatan seperti ini perlu terus dijaga dan dikembangkan agar manfaatnya semakin luas,” ujar Lahmudin.












