Hibata.id, Boalemo – Pemerintah Kabupaten Boalemo menggelar prosesi adat Mopotilolo untuk menyambut Sekretaris Daerah (Sekda) Boalemo, Prof. Dr. Nurdin, S.P., M.Si, bersama istrinya AKP Nurmaya Kasim, Kamis (23/4), sebagai bentuk penerimaan resmi dalam tradisi Gorontalo.
Prosesi yang berlangsung di Rumah Jabatan Sekda Boalemo itu berjalan khidmat dan penuh makna. Tradisi ini menjadi simbol penerimaan sekaligus peneguhan peran Sekda dalam menggerakkan roda pemerintahan.
Sekda Nurdin mengaku tidak menyangka prosesi adat digelar lebih cepat dari perkiraannya. Ia sebelumnya memperkirakan kegiatan tersebut akan berlangsung beberapa hari setelah pelantikan.
Namun, menurut dia, percepatan itu justru mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Ini tanda bahwa harapan masyarakat tinggi. Kami siap bekerja lebih cepat dan terarah,” ujar Nurdin.
Ia menjelaskan, istilah “sat set” yang ia gunakan bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang fokus tujuan.
“Satu tujuan yang jelas, lalu diterjemahkan ke dalam berbagai program nyata, terutama untuk meningkatkan pelayanan publik,” katanya.
Sementara itu, Bupati Boalemo Rum Pagau menegaskan peran Sekda sangat penting dalam mengoordinasikan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia berharap Sekda mampu menjadi pemimpin yang mengayomi sekaligus memberi contoh dalam menjaga etika birokrasi.
“Pemimpin harus jadi teladan, dan bawahan tetap menghormati. Nilai-nilai ini penting dijaga,” ujar Rum.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk terus memperkuat kerja sama dalam mendorong kemajuan daerah.
“Kalau kita bergerak bersama, Boalemo bisa lebih maju dan berkembang,” katanya.
Prosesi adat Mopotilolo ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bersama untuk terus membangun pemerintahan yang responsif, efektif, dan dekat dengan masyarakat.












