Boalemo

Temukan Anak Putus Sekolah di Dulupi, Wabup Lahmuddin: Pendidikan Tak Boleh Kalah oleh Keadaan

×

Temukan Anak Putus Sekolah di Dulupi, Wabup Lahmuddin: Pendidikan Tak Boleh Kalah oleh Keadaan

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali saatmenemukan seorang anak yang tidak lagi bersekolah. (Foto: Humas)
Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali saatmenemukan seorang anak yang tidak lagi bersekolah. (Foto: Humas)

Hibata.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Boalemo menjaring calon peserta Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 71 mengungkap persoalan lain yang masih menjadi tantangan dunia pendidikan di daerah. Saat melakukan penjangkauan di Desa Tangga Jaya, Kecamatan Dulupi, Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, menemukan seorang anak yang tidak lagi bersekolah.

Yang mengejutkan, penyebabnya bukan karena keterbatasan ekonomi. Orang tua anak tersebut mengaku sang anak memilih berhenti sekolah karena tidak ingin melanjutkan pendidikan.

Temuan itu menjadi gambaran bahwa persoalan putus sekolah tidak selalu dipicu oleh faktor biaya. Di sejumlah keluarga, rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan masih menjadi tantangan yang tak kalah besar.

Banyak orang tua berasal dari latar belakang pendidikan yang terbatas, bahkan pernah mengalami putus sekolah. Kondisi tersebut kerap membuat mereka kesulitan memberikan motivasi dan pemahaman kepada anak tentang arti penting pendidikan bagi masa depan.

Baca Juga:  Rum Pagau Desak OPD Bergerak Cepat, Program Jangan Tertunda

Akibatnya, ketika anak memutuskan berhenti sekolah, keputusan itu sering kali diterima begitu saja tanpa upaya untuk mengembalikannya ke bangku pendidikan.

Melihat kondisi tersebut, Lahmuddin meminta aparat desa tidak hanya berfokus pada pendataan calon siswa penerima manfaat Program Sekolah Rakyat Terintegrasi. Menurutnya, pemerintah desa juga harus aktif melakukan pendekatan kepada keluarga yang memiliki anak putus sekolah.

“Aparat desa harus hadir membantu masyarakat. Jangan hanya menerima ketika orang tua mengatakan anaknya tidak mau sekolah. Kita harus memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama yang harus diperjuangkan,” tegas Lahmuddin saat memberikan arahan kepada aparat desa se-Kecamatan Dulupi, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurut dia, masih banyak orang tua yang sebenarnya menginginkan masa depan lebih baik bagi anak-anak mereka. Namun, tidak semua memiliki kemampuan untuk membangun motivasi dan meyakinkan anak agar tetap melanjutkan pendidikan.

Baca Juga:  Pemkab Boalemo Siapkan Rp28,9 Miliar untuk THR ASN

Karena itu, peran pemerintah desa dinilai sangat penting sebagai pendamping sekaligus penggerak kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan.

Lahmuddin menegaskan, masa depan anak tidak boleh ditentukan oleh keputusan sesaat yang diambil pada usia yang masih sangat muda. Setiap anak harus diberikan kesempatan dan dukungan agar tetap dapat mengakses pendidikan.

Ia juga mengingatkan bahwa Program Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan peluang besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak dengan dukungan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Boalemo berupaya memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan bersekolah, baik karena keterbatasan ekonomi maupun rendahnya kesadaran pendidikan di lingkungan keluarga.

Baca Juga:  Peserta Seleksi Paskibraka Boalemo Dapat Motivasi Langsung dari Wabup

Lahmuddin berharap aparat desa, pendamping sosial, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen terkait dapat memperkuat kolaborasi dalam menemukan sekaligus mendampingi anak-anak yang putus sekolah agar bersedia kembali melanjutkan pendidikan.

“Jangan sampai ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena tidak mendapatkan dorongan dan pendampingan yang cukup. Pendidikan adalah jalan untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Penjangkauan calon peserta SRT di Desa Tangga Jaya menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk memastikan Program Sekolah Rakyat Terintegrasi tepat sasaran dan mampu menjangkau anak-anak dari keluarga miskin serta kelompok rentan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel