Peristiwa

Tertimbun Longsor di PETI Titik Bor 17 Suwawa, Satu Penambang Tewas

×

Tertimbun Longsor di PETI Titik Bor 17 Suwawa, Satu Penambang Tewas

Sebarkan artikel ini
Tewas Tertimbun Longsor di Lokasi Tambang Ilegal Suwawa/Hibata.id
Ilustrasi - Tewas Tertimbun Longsor di Lokasi Tambang Ilegal Suwawa/Hibata.id

Hibata.id, Bone Bolango Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau ilegal di Kecamatan Suwawa, Bone Bolango kembali menelan korban jiwa.

Seorang penambang muda berinisial FA alias Ferli (25) dilaporkan tewas setelah tertimbun longsor di kawasan titik bor 17, Jumat (5/6/2026).

Kabar duka itu pertama kali beredar dari mulut ke mulut, lalu melompat ke media sosial.

Seperti biasa, informasi dari lokasi lebih cepat berlari dibanding laporan resmi polisi yang masih tertatih-tatih menyusul dari belakang.

Salah satu akun media sosial bahkan langsung mengunggah ucapan belasungkawa.

Baca Juga:  Kematian Napi di Lapas Gorontalo Tidak Wajar, Pihak Keluarga Keberatan

“Innalilahi wainnailaihi raji’un. Korban ta timbun akan longsor di tibor 17. Semoga husnul khatimah,” tulis akun Noon***.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Suwawa Iptu Ismet Ishak membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Iya,” jawabnya singkat.

Jawaban itu memang hanya satu kata. Namun satu kata tersebut cukup untuk memastikan bahwa kabar yang beredar bukan sekadar isu atau cerita warung kopi.

Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci kronologi kejadian maupun proses evakuasi korban karena masih menunggu laporan lengkap dari lapangan.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bone Bolango yang juga dimintai konfirmasi belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis.

Baca Juga:  Banjir Kepung Lemito, Tanggul Jebol Diterjang Luapan Sungai

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa kawasan PETI Suwawa seolah tidak pernah kehabisan cerita.

Sayangnya, cerita yang muncul bukan tentang penambang menemukan bongkahan emas besar. Melainkan kabar kecelakaan yang terus berulang.

Hampir setiap kali insiden terjadi, publik kembali bertanya hal yang sama, sampai kapan?

Sebab, longsor tidak pernah mengirim surat pemberitahuan sebelum datang.

Tebing tidak pernah memasang spanduk peringatan kapan akan runtuh. Namun aktivitas penambangan tetap berlangsung dari hari ke hari.

Baca Juga:  Penambang Tewas Usai Insiden Excavator di PETI Potabo Pohuwato

Akibatnya, daftar korban terus bertambah sementara keprihatinan publik datang silih berganti.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi titik bor 17 berada dalam kontrak karya milik PT Gorontalo Mineral.

Karena itu, masyarakat berharap seluruh pihak terkait, baik pemerintah maupun aparat penegak hukum, dapat memperkuat pengawasan dan langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Sebab, berapa pun harga emas hari ini, nilainya tetap tidak akan pernah lebih mahal dari satu nyawa manusia.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel