Hibata.id, Bone Bolango – Informasi pelaksanaan Operasi Patuh Otanaha 2026 yang akan digelar pada 8 hingga 21 Juni mendatang menjadi perbincangan warganet di media sosial.
Unggahan yang dibagikan akun Facebook Inctv mengenai jadwal operasi tersebut mendapat beragam komentar dari masyarakat.
Sebagian netizen bahkan berkelakar bahwa petugas lalu lintas di Bone Bolango sudah terlihat melakukan penertiban hampir setiap hari, meski belum memasuki masa operasi resmi.
Komentar-komentar itu pun ramai dibagikan dan mendapat respons dari pengguna media sosial lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bone Bolango, Iptu Jefriansyah Tangahu, mengatakan masyarakat sebenarnya tidak perlu heran jika setiap hari melihat kehadiran polisi lalu lintas di jalan raya maupun di wilayah permukiman.
Menurutnya, patroli dan penertiban memang merupakan bagian dari tugas rutin kepolisian untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
“Kegiatan patroli dan penertiban yang dilakukan anggota merupakan bagian dari tugas kepolisian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” kata Jefriansyah, Rabu (03/06/2026).
Ia menjelaskan, kehadiran polisi lalu lintas di lapangan bukan semata-mata untuk mencari pelanggaran atau melakukan penindakan.
Lebih dari itu, petugas hadir untuk mencegah terjadinya kecelakaan, memberikan edukasi, serta mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Karena itu, patroli tidak hanya dilakukan di jalan utama, tetapi juga menjangkau desa dan kawasan permukiman yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup tinggi.
“Tujuan utama kami adalah mencegah terjadinya pelanggaran dan kecelakaan. Semakin sering petugas hadir di lapangan, semakin besar peluang untuk mengingatkan masyarakat agar lebih tertib dan aman saat berkendara,” ujarnya.
Terkait Operasi Patuh Otanaha 2026, Satlantas Polres Bone Bolango akan mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis. Polisi berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas.
Meski demikian, petugas tetap akan menindak pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
Jefriansyah juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Operasi Patuh bukan sekadar agenda tahunan kepolisian, melainkan momentum bersama untuk membangun budaya tertib berlalu lintas.
Ia mengimbau pengendara agar selalu membawa SIM dan STNK, menggunakan helm standar nasional, mematuhi rambu-rambu, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan.
“Kalau semua pengguna jalan tertib, manfaatnya kembali kepada masyarakat sendiri. Risiko kecelakaan bisa ditekan dan perjalanan menjadi lebih aman serta nyaman,” katanya.
Operasi Patuh Otanaha sendiri merupakan program rutin kepolisian yang dilaksanakan setiap tahun untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.











