Kabar

Koffee Street CP Bone Bolango Gelap Gulita, Pelaku UMKM: Pemerintah Jangan Tidur

×

Koffee Street CP Bone Bolango Gelap Gulita, Pelaku UMKM: Pemerintah Jangan Tidur

Sebarkan artikel ini
Koffee Street Bone Bolango Gelap Gulita/Hibata.id
Koffee Street Bone Bolango Gelap Gulita/Hibata.id

Hibata.id, Bone Bolango Aktivitas ekonomi malam hari di kawasan Coffee Street Center Point (CP), Kabupaten Bone Bolango, mulai terdampak setelah lampu penerangan di area tersebut padam selama tiga hari terakhir.

Kondisi gelap yang menyelimuti salah satu pusat kuliner dan ruang publik masyarakat itu membuat sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengeluh.

Mereka mengaku mengalami penurunan jumlah pengunjung yang berdampak langsung terhadap omzet penjualan.

Berdasarkan pantauan Hibata.id di lokasi, sebagian besar area Coffee Street tampak minim pencahayaan saat malam hari. Suasana yang biasanya ramai terlihat lebih sepi dibanding hari-hari sebelumnya.

Sejumlah pedagang mengaku mulai merasakan dampak langsung dari padamnya lampu penerangan tersebut. Tidak sedikit pengunjung memilih membatalkan kunjungan karena merasa kurang nyaman beraktivitas di kawasan yang gelap.

Baca Juga:  Gorontalo Kembangkan Zona KHAS Menara Limboto untuk UMKM Kuliner Halal

“Kami berharap pemerintah tidak tidur. Saat lampu padam, pembeli jauh berkurang. Padahal sebagian besar penghasilan kami bergantung pada pengunjung malam hari,” kata salah seorang pedagang, Selasa (2/6/2026).

Menurut para pelaku usaha, penerangan menjadi faktor penting yang memengaruhi tingkat kunjungan masyarakat. Selain memberikan rasa aman dan nyaman, pencahayaan yang memadai juga mendukung aktivitas ekonomi yang berlangsung hingga malam hari.

Akibat kondisi yang belum kunjung diperbaiki, beberapa pedagang bahkan mulai membatasi jam operasional untuk menghindari risiko keamanan sekaligus menyesuaikan dengan menurunnya jumlah pengunjung.

Baca Juga:  Koalisi Desak DPR Segera Bahas dan Sahkan RUU Masyarakat Adat

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait padamnya lampu penerangan di kawasan Center Point, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Pertanahan dan Perhubungan Kabupaten Bone Bolango, Lukman Daud, mengaku belum menerima laporan terkait kondisi tersebut.

“Sepertinya kami belum menerima laporan matinya lampu penerangan umum di seputaran CP. Tapi kami coba cek informasinya lewat Kabid Teknis,” ujar Lukman.

Pernyataan itu pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebab, kondisi gelap di kawasan Center Point disebut sudah berlangsung selama beberapa hari dan berada di salah satu ruang publik yang cukup ramai dikunjungi masyarakat setiap malam.

Baca Juga:  Menyambut Ramadan, RSB Bagikan Ratusan Paket Daging Sapi

Para pedagang berharap pemerintah daerah tidak menunggu laporan formal untuk melakukan pengecekan terhadap fasilitas publik yang mengalami gangguan, terutama di kawasan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Mereka mengingatkan bahwa lampu penerangan bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan keamanan, kenyamanan, dan keberlangsungan usaha warga.

Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penanganan cepat, para pelaku UMKM khawatir Koffee Street akan semakin kehilangan pengunjung dan berdampak terhadap pendapatan pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas malam hari.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel