Hibata.id, Gorontalo – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo resmi meluncurkan inovasi pembayaran digital “QRIS Tap” pada ekosistem kuliner lokal, Sabtu (18/07/2026).
Langkah ini menjadi babak baru dalam mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di daerah yang dikenal tanah Serambi Madinah.
Lewat peluncuran bertajuk “Transaksi Mantap, Pakai QRIS Tap”, inovasi ini diperkenalkan bersamaan dengan dimulainya misi lapangan hari pertama QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 Provinsi Gorontalo.
Sinergi apik ini dipimpin langsung oleh Kepala KPwBI Provinsi Gorontalo bersama perwakilan perbankan dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk memperluas pilihan pembayaran non-tunai bagi masyarakat.
“QRIS Tap ini memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC). Jadi, masyarakat cukup menempelkan smartphone mereka ke mesin EDC atau terminal pembayaran. Transaksi selesai dalam hitungan detik,” ujar Kepala KPwBI Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana.
Bambang juga mengajak sektor perbankan dan penyedia jasa pembayaran untuk gencar mengedukasi masyarakat serta pelaku usaha.
Tujuannya, agar semua orang bisa menikmati pengalaman bertransaksi yang lebih cepat, aman, praktis, dan nyaman.
Bantu UMKM ‘Hidden Gem’ Go Digital
Menariknya, peluncuran ini juga melibatkan 20 tim terpilih yang siap berburu kuliner sekaligus mempromosikan UMKM unggulan Gorontalo.
Pada misi pertama mereka di Festival Kuliner BAHAGIA QRISFest, setiap tim punya tantangan seru: mengajak minimal 10 pengunjung untuk bertransaksi menggunakan QRIS di berbagai gerai kuliner, baik kategori Local Legend maupun Hidden Gem.
Tak berhenti di situ, para peserta juga bertugas memberikan Google Rating dan Google Review positif untuk merchant yang mereka kunjungi.
Langkah digital ini sengaja dirancang agar kuliner lokal Gorontalo makin mudah ditemukan oleh wisatawan lewat pencarian internet.
Melalui kolaborasi QRIS Tap dan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026, Bank Indonesia berharap transaksi non-tunai bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari masyarakat.
Partisipasi aktif ini diharapkan mampu mendongkrak omzet sekaligus memperluas pasar UMKM kuliner Gorontalo di kancah digital.












