Hibata.id – Kabupaten Boalemo bersiap menjadi salah satu daerah penerima proyek strategis nasional di sektor pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menetapkan Kecamatan Paguyaman sebagai lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), sebuah kawasan pendidikan terpadu yang menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu area.
Program ini akan mengintegrasikan SDN 3 Paguyaman, SMP Negeri 1 Paguyaman, dan SMA Negeri 1 Paguyaman ke dalam satu kawasan pendidikan modern yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.
Bupati Boalemo, Rum Pagau, mengatakan pemilihan Paguyaman didasarkan pada kesiapan daerah dalam memenuhi persyaratan teknis dan administratif yang ditetapkan pemerintah pusat, termasuk ketersediaan lahan dan dukungan masyarakat.
“Pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi masa depan Boalemo yang lebih unggul,” ujar Rum Pagau, Senin, 8 Juni 2026.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi program tersebut. Sejumlah warga, kata dia, bahkan telah menyatakan kesediaan untuk menghibahkan lahan demi mendukung pembangunan kawasan pendidikan terpadu itu.
Pemerintah daerah, lanjut Rum, juga memastikan aspek hak masyarakat tetap menjadi perhatian. Warga yang memilih mekanisme ganti rugi atas lahan akan difasilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kawasan SNT ini dirancang sebagai pusat pendidikan modern dengan sejumlah fasilitas penunjang, antara lain lapangan sepak bola dengan lintasan atletik, gelanggang olahraga indoor, kolam renang, serta sarana pembelajaran berbasis pertanian dan peternakan.
Menurut Rum, jika seluruh persyaratan administratif dan teknis terpenuhi sesuai jadwal, pembangunan ditargetkan mulai berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boalemo, Ahmad Sarman, menjelaskan bahwa SNT akan menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang dipadukan dengan penguatan seni dan olahraga.
Ia mengatakan, konsep tersebut dirancang untuk menghasilkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kreativitas, dan daya saing.
Ahmad juga menegaskan bahwa SNT berbeda dengan program Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem asrama. Sekolah Nasional Terintegrasi ini tetap menggunakan sistem pendidikan reguler tanpa asrama.
Dengan pembangunan ini, Boalemo diharapkan memiliki pusat pendidikan modern yang mampu menjadi model pengembangan pendidikan di Provinsi Gorontalo.












