Kota Gorontalo

Di Era Pemerintahan AIR, Jalan Rawan Balap Liar Jadi Pusat UMKM

×

Di Era Pemerintahan AIR, Jalan Rawan Balap Liar Jadi Pusat UMKM

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Adhan Dambea bersama Wakil Wali Kota Indra Gobel (AIR) saat menghadiri Street Food Jilid II yang digelar pada Sabtu malam, 6 Juni 2026. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)
Wali Kota Adhan Dambea bersama Wakil Wali Kota Indra Gobel (AIR) saat menghadiri Street Food Jilid II yang digelar pada Sabtu malam, 6 Juni 2026. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)

Hibata.id – Kota Gorontalo terus menunjukkan perubahan wajah kota di bawah kepemimpinan Wali Kota Adhan Dambea bersama Wakil Wali Kota Indra Gobel (AIR). Berbagai sektor dibenahi, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.

Namun salah satu yang paling terasa langsung oleh warga adalah perubahan fungsi ruang publik di malam hari.

Jalan Drs. Ahmad Nadjamudin, yang dahulu dikenal sepi dan kerap dimanfaatkan sebagai lintasan balap liar, kini berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.

Ruas jalan itu disulap menjadi lokasi Street Food Jilid II yang digelar pada Sabtu malam, 6 Juni 2026.

Baca Juga:  Siap-Siap, Pemkot Gorontalo Berlakukan Retribusi UMKM Rp10 Ribu per Hari

Jika sebelumnya kawasan tersebut menimbulkan keresahan warga akibat aksi balap liar, kini suasananya berbalik total.

Lampu-lampu lapak UMKM menggantikan kesunyian malam, sementara keramaian pengunjung menjadi sumber penghidupan baru bagi ratusan pedagang kecil.

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyebut konsep Street Food akan terus dipertahankan selama masih memberi manfaat bagi masyarakat.

Ia menilai, ruang publik yang sebelumnya tidak produktif lebih baik dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi warga.

“Selama masyarakat masih mau berusaha, kita akan terus fasilitasi,” kata Adhan saat membuka kegiatan tersebut.

Menurut dia, Gorontalo tidak memiliki banyak sektor industri besar yang bisa menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Pembukaan Street Food Jilid II Diwarnai Kejutan Ulang Tahun untuk Adhan Dambea

Karena itu, penguatan usaha mikro dan kecil menjadi pilihan yang harus terus diperluas, termasuk dengan membuka ruang-ruang baru bagi pelaku UMKM.

Adhan bahkan membuka kemungkinan perluasan titik Street Food di berbagai lokasi lain di Kota Gorontalo.

Ia menilai, banyak ruas jalan yang pada malam hari tidak dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menjadi ruang usaha warga.

“Kalau ada jalan yang malam hari sepi dan bisa dipakai masyarakat berusaha, kenapa tidak?” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan. Para pedagang diminta bertanggung jawab atas sampah di sekitar lapak masing-masing agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

Baca Juga:  Adhan Dambea Soroti Dugaan Mark Up Alkes RSUD: Nama Saya Ikut Dicatut

“Silakan berjualan, yang penting setelah selesai tempatnya bersih,” kata Adhan.

Street Food Jilid II sendiri diikuti sekitar 307 pelaku UMKM, baik dari Kota Gorontalo maupun dari luar daerah.

Sejak sore hingga malam, kawasan Jalan Ahmad Nadjamudin dipadati pengunjung yang menikmati beragam kuliner sekaligus menjadi saksi perubahan fungsi ruang kota tersebut.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel