Parlemen

Kasus Ulat di MBG Bonepantai, Femmy Udoki Minta Semua Pihak Lebih Teliti

×

Kasus Ulat di MBG Bonepantai, Femmy Udoki Minta Semua Pihak Lebih Teliti

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki. Foto: Sularso Ding/Hibata.id
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki. Foto: Sularso Ding/Hibata.id

Hibata.id, Bone Bolango – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tihu, Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, kembali menjadi sorotan.

Hal itu setelah muncul keluhan terkait kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa.

Keluhan terbaru mencuat setelah ditemukan adanya belatung pada lauk ayam yang dibawa pulang oleh salah satu siswa.

Sebelumnya, beberapa bulan lalu, siswa juga sempat mengeluhkan menu MBG yang hanya didominasi tulang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan yang didistribusikan awalnya terlihat dalam kondisi normal, tanpa bau mencurigakan dan secara kasat mata masih layak dikonsumsi.

Namun, kondisi berubah setelah makanan tidak langsung dikonsumsi.

Pada malam hari, lauk ayam tersebut dilaporkan mengandung belatung berwarna putih yang terlihat bergerak di dalam daging.

Baca Juga:  Harapan Meyke Camaru Usai Dilantik Kembali di DPRD Provinsi Gorontalo

Temuan ini memunculkan perhatian banyak orang terkait kualitas makanan serta sistem distribusi program MBG di wilayah Bone Pantai.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki, meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap makanan yang disalurkan kepada siswa.

Ia mengimbau pihak sekolah, khususnya guru, untuk memeriksa menu MBG sebelum dibagikan kepada siswa.

“Guru sebaiknya memeriksa terlebih dahulu menu MBG yang diterima sekolah sebelum dikonsumsi siswa. Jika ada hal yang tidak sesuai, segera sampaikan kepada pihak SPPG,” kata Femmy.

Selain itu, ia dirinya berpesan kepada orang tua untuk lebih memperhatikan makanan (MBG) yang dibawa anak ke rumah.

“Jika anak membawa makanan ke rumah, orang tua perlu kembali mengecek kondisi makanan tersebut,” pesan Sekretaris DPW PAN Gorontalo itu.

Baca Juga:  Hais Ayuwa Serap Aspirasi Warga Gorontalo, Infrastruktur dan UMKM Jadi Prioritas

DPRD menilai, pengawasan berlapis baik di tingkat penyedia, sekolah, maupun keluarga, penting. Agar lebih memastikan kualitas dan keamanan menu dalam program MBG tetap terjaga.

“Peristiwa ini diharapkan menjadi evaluasi bagi seluruh pihak terkait agar pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi siswa dapat berjalan lebih optimal,” ia menandaskan.

Penjelasan BGN

Menanggapi hal itu, Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Bone Bolango menyatakan makanan dalam kondisi baik saat disalurkan ke sekolah.

Koordinator Regional BGN Gorontalo, Zulkifli Taluhumala, juga ikut menjelaskan bahwa makanan MBG memiliki batas waktu konsumsi maksimal empat jam setelah dibagikan.

Baca Juga:  Femy Udoki Serap Aspirasi Warga Bilolantunga, Air Bersih Hingga Pertanian Jadi Fokus Utama

“Jika dikonsumsi lebih dari empat jam, kualitas makanan tidak dapat dijamin. Makanan MBG juga tidak dianjurkan untuk dibawa pulang,” ujarnya.

BGN menyarankan siswa mengonsumsi makanan langsung di lokasi. Jika tidak dikonsumsi, makanan sebaiknya dikembalikan.

Penjelasan tersebut memunculkan perhatian baru, mengingat tidak semua siswa langsung mengonsumsi makanan di sekolah.

Sebagian memilih menunda atau membawa pulang karena berbagai alasan.

Kondisi ini mendorong perlunya evaluasi pada sistem distribusi dan edukasi konsumsi makanan agar program berjalan optimal.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga. Sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG di daerah.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel