Hibata.id, Bone Bolango – DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak El Nino terhadap ketahanan pangan masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Bone Bolango, Faisal Mohi, mengatakan El Nino merupakan fenomena alam yang bisa diprediksi. Namun, waktu dan besaran dampaknya terhadap sektor pangan belum dapat dipastikan.
“Fenomena ini bisa diprediksi, tetapi kapan dampaknya terasa belum bisa ditentukan secara pasti,” ujarnya.
Untuk itu, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah sejak dini. Salah satunya dengan menyediakan cadangan pangan (buffer stok) guna menjaga ketersediaan bahan pokok jika terjadi gangguan.
“Cadangan pangan sudah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk,” kata Faisal.
Ia menjelaskan, upaya ini melibatkan berbagai sektor. Dinas pertanian fokus menjaga produksi pangan, sementara dinas sosial menyiapkan cadangan untuk masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran melalui belanja tidak terduga dalam APBD.
Koordinasi dengan pihak eksternal juga terus diperkuat. Pemerintah daerah menjalin komunikasi dengan Perum Bulog dan pemerintah provinsi agar Bone Bolango masuk dalam prioritas distribusi pangan.
“Kami terus berkoordinasi agar daerah ini masuk dalam pemetaan nasional jika terjadi kelangkaan,” ujarnya.
DPRD juga mendukung langkah tersebut melalui penganggaran dan program yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat, khususnya petani.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, Faisal mengingatkan agar semua pihak tetap waspada. Ia menyebut tanda-tanda El Nino mulai terlihat dan perlu diantisipasi sejak awal.
“Pemerintah tidak boleh lengah. Harus dimitigasi dari sekarang,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik, namun segera melapor jika terjadi gangguan pangan di wilayah masing-masing.
Dengan langkah ini, pemerintah daerah berharap ketahanan pangan Bone Bolango tetap terjaga dan dampak El Nino dapat diminimalkan.













