Sulteng

RSUD Mokoyurli Buol Buka Poli Rawat Jalan, Tapi Dokter Spesialis Masih Absen

×

RSUD Mokoyurli Buol Buka Poli Rawat Jalan, Tapi Dokter Spesialis Masih Absen

Sebarkan artikel ini
RSUD Mokoyurli Buol/Hibata.id
RSUD Mokoyurli Buol/Hibata.id

Hibata.id, Buol Jaringan JAGA DECA menilai pelayanan kesehatan di RSUD Mokoyurli Buol belum pulih sepenuhnya meski poli rawat jalan kembali dibuka setiap Rabu (6/5/2026).

Organisasi tersebut bilang, layanan rawat jalan saat ini hanya ditangani dokter umum. Sementara dokter spesialis belum kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ketua Jaringan JAGA DECA, Fatrisia, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan persoalan utama di rumah sakit daerah itu masih belum terselesaikan.

“Kalau poli dibuka tetapi tidak ada dokter spesialis, berarti masalahnya belum selesai. Masyarakat tetap belum mendapatkan pelayanan yang mereka butuhkan,” kata Fatrisia di Buol, Rabu.

Menurut dia, pembukaan poli rawat jalan tanpa dukungan layanan dokter spesialis belum dapat dikategorikan sebagai pemulihan layanan kesehatan secara menyeluruh.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat apabila dianggap sebagai tanda layanan rumah sakit sudah kembali normal.

Baca Juga:  Konau Institut Resmikan Wilayah Konservasi Maleo Sambal: Pelestarian Satwa Endemik Berbasis Adat

Fatrisia menjelaskan banyak pasien datang dengan kebutuhan penanganan medis spesialis.

Namun, keterbatasan tenaga spesialis membuat sebagian pasien harus menunggu lebih lama atau dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.

“Warga datang dalam kondisi sakit yang membutuhkan penanganan spesialis. Kalau hanya dilayani dokter umum, banyak kasus tetap harus menunggu atau dirujuk. Dampaknya, biaya bertambah dan risiko kesehatan masyarakat tetap ada,” ujarnya.

JAGA DECA juga menyoroti beban masyarakat yang berasal dari wilayah jauh dari RSUD Mokoyurli Buol.

Mereka tetap harus mengeluarkan biaya transportasi, konsumsi, hingga akomodasi tanpa kepastian memperoleh layanan medis sesuai kebutuhan.

Di sisi lain, tenaga kesehatan disebut tetap menjalankan pelayanan, termasuk rawat inap, tindakan medis, dan operasi yang masih berlangsung di rumah sakit tersebut.

Baca Juga:  KPU Tetapkan Nomor Urut Paslon pada Pilkada Sulteng

Namun, JAGA DECA menilai hak tenaga kesehatan, khususnya pembayaran insentif yang sebelumnya telah disepakati bersama pemerintah daerah, belum dipenuhi secara jelas dan tepat waktu.

Menurut Fatrisia, kondisi itu menunjukkan adanya ketimpangan antara kewajiban pelayanan yang terus dijalankan tenaga medis dan hak yang belum dipenuhi pemerintah daerah.

“Persoalan ini bukan bentuk pelanggaran pelayanan oleh tenaga medis, melainkan tuntutan atas hak-hak mereka yang belum diselesaikan,” katanya.

JAGA DECA menegaskan pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara optimal, bukan sekadar formalitas administratif.

Organisasi itu meminta Pemerintah Kabupaten Buol segera mengambil langkah konkret untuk memastikan layanan dokter spesialis kembali berjalan normal di RSUD Mokoyurli Buol.

Baca Juga:  Temuan BPK, 16 Paket Pekerjaan di PUPR Banggai Terdapat Kelebihan Pembayaran

Selain itu, pembayaran insentif dokter spesialis dan tenaga kesehatan lainnya diminta segera diselesaikan karena dinilai telah berdampak langsung terhadap pelayanan publik.

JAGA DECA juga meminta DPRD Kabupaten Buol meningkatkan pengawasan terhadap penanganan krisis pelayanan kesehatan tersebut agar tidak terus berlarut.

Mereka turut mendorong pemerintah daerah membuka informasi secara transparan terkait kondisi anggaran kesehatan sehingga masyarakat mengetahui penyebab terganggunya pelayanan di rumah sakit daerah itu.

“Pelayanan kesehatan harus benar-benar hadir sesuai kebutuhan medis masyarakat, bukan hanya dibuka secara administratif,” ujar Fatrisia.

JAGA DECA menyatakan akan mendorong penguatan tekanan publik apabila dalam waktu dekat tidak ada pemulihan layanan kesehatan yang menyeluruh di RSUD Mokoyurli Buol.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel