Hibata.id, Bone Bolango – Beredar video yang memperlihatkan sekelompok pria membawa senjata tajam di kawasan tambang emas ilegal Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, sekelompok orang tampak memegang tombak, parang, hingga pedang panjang atau yang dikenal dengan istilah lilang.
Situasi di lokasi terlihat tegang dan memicu perhatian penamabang lain. Ada yang merekam kejadian itu, ada punya lang lari menyelamatkan diri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, peristiwa itu diduga terjadi di area tambang Batu Gergaji.
Kelompok tersebut disebut datang untuk memperebutkan lubang tambang emas yang saat ini dikelola pihak lain.
Diduga, perselisihan terkait penguasaan lokasi tambang menjadi pemicu kedatangan mereka dengan membawa senjata tajam.
Informasi yang beredar juga menyebutkan bahwa para pria dalam video tersebut bukan warga asli Gorontalo, melainkan berasal dari Sulawesi Utara (Sulut).
Kapolres AKBP Supriantoro mengatakan saat mendapatkan informasi itu, pihak kepolisian langsung bergerak cepat.
Pihaknya langsung melakukan upaya penindakan setelah menerima informasi terkait aktivitas yang terjadi di lokasi tersebut.
“Pada sore hari, anggota langsung melakukan upaya paksa berupa pengamanan di lokasi,” kata AKBP Supriantoro.
Setelah melaksanakan kegiatan kepolisian di sana, pihak kepolisian berhasil menamankan beberapa orang yang terlibat
“Alhamdulillah kami berhasil mengamankan sekitar enam orang yang diduga terlibat,” ujar Kapolres.
Ia menjelaskan, masih ada beberapa orang lainnya yang diduga melarikan diri saat proses pengamanan berlangsung.
Karena itu, jajaran kepolisian saat ini masih terus melakukan pendalaman dan identifikasi terhadap para pelaku lain yang belum tertangkap.
“Diduga masih ada beberapa orang yang berhasil kabur. Saat ini kami masih berupaya mengidentifikasi pelaku lainnya,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, AKP Robin Thalib bilang bahwa benar telah mengamankan enam orang yang seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.
Mereka terpaksa diringkus karena terkait insiden keributan yang terjadi di lokasi tambang.
Selain itu, polisi juga mengamankan dua barang bukti berupa senjata tajam.
Sementara senjata tajam lain yang digunakan, besar kemungkinan dibawa kabur oleh sejumlah orang.
Mereka melarikan diri ke arah hutan saat proses pengamanan oleh polisi berlangsung.
“Kami sudah melakukan upaya paksa dan sampai saat ini anggota masih melakukan monitoring di lokasi,” ujar Robin.
Ia menjelaskan, keributan yang terjadi pada malam sebelumnya dipicu oleh luapan emosi masyarakat setempat (Suwawa) yang merasa kecewa karena wilayah mereka dinilai dibuat ricuh oleh orang luar.
“Kalau istilah masyarakat di sini, hanya perang-perang mulut atau luapan emosi saja. Mereka kecewa melihat kampung mereka dibuat kacau oleh orang luar,” katanya.
Meski sempat terjadi ketegangan, situasi disebut tetap terkendali dan tidak sampai menimbulkan aksi anarkis.













