Hibata.id – Kondisi ruang Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Gorontalo menjadi perhatian Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea. Ia berencana melakukan rehabilitasi ruang pelayanan tersebut agar lebih representatif dalam menunjang kebutuhan masyarakat.
Rencana revitalisasi itu disampaikan Adhan usai melakukan kunjungan kerja dan meninjau langsung fasilitas kantor PMI Kota Gorontalo, Senin, 13 Juli 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota melihat kondisi ruang UTD yang menjadi pusat pelayanan donor serta pengelolaan darah. Menurutnya, kapasitas ruangan saat ini tidak lagi sebanding dengan kebutuhan operasional, terutama dengan semakin banyaknya peralatan medis yang harus ditempatkan di area tersebut.
“Luas ruangan UTD saat ini tidak lagi sebanding dengan kebutuhan operasional, terutama karena banyaknya peralatan medis yang harus ditempatkan di dalamnya,” ujar Adhan.
Ia menilai, ruang UTD memiliki peran yang jauh lebih besar dibandingkan ruang administrasi PMI karena langsung berkaitan dengan pelayanan masyarakat.
“Aktivitas pelayanan masyarakat serta keberadaan berbagai peralatan medis membutuhkan ruang yang lebih luas agar operasional dapat berjalan lebih efektif dan maksimal,” katanya.
Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo berencana memperlebar dan merehabilitasi ruang UTD PMI. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan petugas sekaligus mempercepat pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan donor maupun transfusi darah.
Adhan mengatakan, peningkatan fasilitas UTD merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat layanan kesehatan penunjang, khususnya dalam memastikan ketersediaan dan pelayanan darah di Kota Gorontalo.
Dengan ruang pelayanan yang lebih layak, ia berharap UTD PMI Kota Gorontalo mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transfusi darah.












