Headline

BMKG Prediksi Musim Hujan Gorontalo Mulai November 2026, Tapi…

×

BMKG Prediksi Musim Hujan Gorontalo Mulai November 2026, Tapi…

Sebarkan artikel ini
BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Gorontalo mengalami kondisi lebih kering hingga September 2026 akibat El Nino. BPBD menyiapkan distribusi air bersih/Hibata.id
BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Gorontalo mengalami kondisi lebih kering hingga September 2026 akibat El Nino. BPBD menyiapkan distribusi air bersih/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan 2026/2027 di Provinsi Gorontalo mulai November 2026, dengan puncak hujan berlangsung pada Desember 2026 hingga Januari 2027.

Berdasarkan prakiraan Stasiun Klimatologi Gorontalo, lima Zona Musim (ZOM) atau 62,5 persen wilayah daratan diperkirakan memasuki musim hujan pada November.

Baca Juga:  Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Hasto Sentil Tata Kelola Negara

Sementara tiga ZOM lainnya atau 37,5 persen diprakirakan mulai hujan pada Desember.

Wilayah yang diperkirakan memasuki musim hujan pada November meliputi sebagian Gorontalo Utara, Pohuwato, Boalemo, Bone Bolango bagian utara, dan Gorontalo bagian tengah.

Sedangkan wilayah yang diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada Desember mencakup sebagian Bone Bolango, Boalemo, Gorontalo bagian selatan, seluruh Kota Gorontalo, dan sebagian Pohuwato bagian selatan.

Baca Juga:  Karhutla Kalimantan Meluas, 1.487 Titik Panas Terdeteksi

Dibandingkan kondisi normal, awal musim hujan di lima ZOM diprakirakan mundur, satu ZOM sesuai normal, dan dua ZOM lebih cepat.

BMKG juga memperkirakan lima ZOM mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026, sedangkan tiga ZOM lainnya pada Januari 2027. Sifat hujan di seluruh ZOM diprakirakan berada dalam kategori normal.

Baca Juga:  Penipu Gigit Jari! Fitur Anti-Spam Indosat Blokir Ratusan Juta Panggilan Berbahaya

Masyarakat diimbau menyesuaikan jadwal tanam, mengelola ketersediaan air, serta membersihkan saluran drainase untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.

Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi banjir, tanah longsor, dan angin kencang serta mengikuti pembaruan informasi cuaca dari BMKG.