Kabar

Karhutla Pelita Hijau, Ribuan Pohon Kemiri dan Cengkeh Ludes Terbakar

×

Karhutla Pelita Hijau, Ribuan Pohon Kemiri dan Cengkeh Ludes Terbakar

Sebarkan artikel ini
Manggala Agni Daops Sulawesi IV Bitung bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Bone Bolango dan Aliansi Peduli Lingkungan Hidup Kecamatan Bonepantai usai melakukan upaya pemadaman karhutla di Desa Pelita Hijau, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo/Hibata.id
Manggala Agni Daops Sulawesi IV Bitung bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Bone Bolango dan Aliansi Peduli Lingkungan Hidup Kecamatan Bonepantai usai melakukan upaya pemadaman karhutla di Desa Pelita Hijau, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo/Hibata.id

Hibata.id, Bone Bolango – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pelita Hijau, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, berdampak pada perkebunan warga.

Sekitar 4.600 pohon kemiri dan 750 pohon cengkeh dilaporkan terbakar. Sementara api masih menjalar ke kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Manggala Agni Daops Sulawesi IV Bitung bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Bone Bolango dan Aliansi Peduli Lingkungan Hidup Kecamatan Bonepantai turun melakukan pemadaman setelah menerima laporan dari pemerintah kecamatan dan MPA.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, api di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) yang mendekati permukiman warga berhasil dipadamkan.

Baca Juga:  Soal Nama Gubernur di Medali GHM, Kadispora Gorontalo Beri Penjelasan Resmi

Namun, kebakaran di area perkebunan hingga kawasan HPT masih menjadi tantangan.

Anggota Manggala Agni, Rahmat M. Lalu, mengatakan personel gabungan masih menyisir dan mendinginkan area sekitar rumah warga untuk mencegah api kembali menyala.

“Api di sekitar rumah warga alhamdulillah sudah padam. Namun, kami bersama masyarakat masih menyisir lokasi untuk memastikan sisa-sisa bara api benar-benar mati,” ujarnya.

Ketua Karang Taruna Desa Pelita Hijau sekaligus anggota Aliansi Peduli Lingkungan Hidup dan MPA Bone Bolango, Abd Rahman Barisi, mengatakan api masih membakar kawasan perkebunan warga.

“Api di area permukiman warga memang sudah padam, tetapi di area perkebunan warga apinya masih berjalan sampai saat ini. Ada ribuan tanaman yang harus kita selamatkan,” katanya.

Baca Juga:  PMII Geruduk DPRD Pohuwato: Tolak Ekspansi Sawit hingga HTE, Soroti RTRW dan Diskriminasi Rekrutmen

Upaya pemadaman terkendala medan terjal dan akses yang sulit. Jarak dari permukiman menuju kawasan HPT diperkirakan tujuh kilometer, sedangkan sumber air terdekat berjarak sekitar satu kilometer dari titik api. Lokasi tersebut juga tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat.

Warga membutuhkan pompa piston pertanian, lima rol selang air sepanjang masing-masing 100 meter, alat komunikasi, bahan bakar, terpal penampungan air, serta konsumsi bagi petugas dan masyarakat yang bertugas.

Baca Juga:  Kritik Pengadaan Mobil Dinas Rp4,1 Miliar Pemprov Gorontalo: “Bisa Biayai 1.950 Anak Sekolah”

Abd Rahman juga menyebut unsur TNI, Polri, pemadam kebakaran, Satpol PP, BNPB Provinsi Gorontalo, BPBD Bone Bolango, dan KPH Bone Bolango belum dapat menjangkau titik kebakaran di kawasan HPT hingga keterangannya diberikan.

Saat ini, pemadaman masih melibatkan warga Desa Pelita Hijau dan Desa Bilungala Utara, Karang Taruna Desa Pelita Hijau, Manggala Agni Daops Bitung, komunitas pencinta alam, serta KPA GIMBAL.

Di tengah sulitnya akses dan terbatasnya peralatan, warga dan petugas terus berupaya mengendalikan api agar kebakaran tidak meluas dan kerugian perkebunan masyarakat tidak bertambah.