Kabar

Life Jacket Ditemukan, Begini Kabar Terbaru Pencarian 5 Jurnalis Hilang

×

Life Jacket Ditemukan, Begini Kabar Terbaru Pencarian 5 Jurnalis Hilang

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan mengerahkan enam kapal pada hari keempat pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda/Hibata.id
Tim SAR gabungan mengerahkan enam kapal pada hari keempat pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda/Hibata.id

Hibata.id, Pandeglang Hari keempat pencarian belum membawa kabar tentang keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Di tengah luasnya wilayah pencarian, Tim SAR gabungan kembali mengerahkan enam kapal untuk menyisir sejumlah sektor, Kamis (10/9/2026). Lebih dari 300 personel terlibat dalam operasi tersebut, baik di lapangan maupun di posko gabungan.

Pencarian terus berpacu dengan kondisi cuaca dan jarak pandang di kawasan Selat Sunda. Tim SAR mengandalkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menentukan sektor yang harus disisir.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan kekuatan alat utama yang dikerahkan relatif sama dengan operasi sehari sebelumnya.

“Penambahan alut sebenarnya masih alut yang sama. Sama dengan kemarin. Hanya mungkin di situ kalau untuk personel yang terlibat secara keseluruhan 300 lebih itu sudah termasuk yang di posko,” kata Al Amrad di Posko Gabungan SAR, Carita, Pandeglang.

Baca Juga:  Nenek Sutiah 107 Tahun Jadi Jemaah Haji Tertua, Bawa Semangat ke Tanah Suci

Meski belum menemukan keberadaan delapan orang yang dicari, operasi belum mengendur. Penyisiran dilakukan di seluruh sektor yang telah ditentukan dengan mempertimbangkan data BMKG.

“Semua sektor, semua sektor ya, kita lakukan pencarian berdasarkan data BMKG yang kami dapatkan,” ujarnya.

Cuaca pada Kamis terpantau cerah berawan. Kondisi tersebut diharapkan bertahan hingga sore karena perubahan cuaca dapat memengaruhi jarak pandang petugas di lapangan.

“Untuk cuaca saat ini cerah berawan, mudah-mudahan sampai sore hari cerah berawan. Karena itu sangat mengganggu visibility apabila ada perubahan,” kata Al Amrad.

Pencarian dari udara belum membuahkan hasil

Selain mengerahkan kapal, Tim SAR juga membuka kemungkinan melanjutkan penyisiran dari udara menggunakan helikopter.

Helikopter sebelumnya telah diterjunkan untuk melakukan pencarian hingga kawasan pesisir Carita. Namun, penyisiran dari udara belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan jurnalis dan kru kapal.

Baca Juga:  Pemda Pohuwato Amburadul, Terbitkan Perbup yang Langgar Prosedur

“Untuk helikopter kami juga sudah berkoordinasi. Kemarin juga sudah dicoba melakukan searching, kurang lebih sampai di daerah Pesisir Carita dan itu memang tidak ada tanda-tanda,” ujarnya.

Penggunaan helikopter pada pencarian berikutnya akan kembali disesuaikan dengan kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Selat Sunda.

Life jacket ditemukan, identitasnya masih ditelusuri

Di tengah pencarian yang belum membuahkan hasil, petugas menemukan life jacket dan pelampung botol di sekitar perairan Anyer.

Temuan itu sempat menjadi perhatian karena muncul di tengah operasi pencarian rombongan yang hilang. Namun, Tim SAR belum menyimpulkan benda tersebut berasal dari kapal Arupadhatu 1.

“Dari semua hasil ini, untuk yang kita temukan ada life jacket dan pelampung botol, selebihnya dari enam sektor ini masih nihil,” kata Al Amrad.

Petugas masih perlu mengidentifikasi benda tersebut sebelum memastikan ada atau tidaknya hubungan dengan kapal yang ditumpangi rombongan jurnalis.

Baca Juga:  Pengangguran Terbuka di Gorontalo Naik Jadi 3,12 Persen

Pemilik Arupadhatu 1: Bukan pelampung kapal kami

Pemilik Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa, kemudian memberikan keterangan mengenai temuan tersebut.

Setelah berkoordinasi dengan kapten, Sandi menyebut life jacket yang ditemukan petugas bukan perlengkapan yang berasal dari Arupadhatu 1.

“Tadi konfirmasi ke kapten II, bukan punya Arupadhatu 1 katanya,” kata Sandi.

Perbedaan warna menjadi salah satu petunjuk awal. Life jacket yang ditemukan berwarna jingga atau oranye, sedangkan pelampung yang berada di Arupadhatu 1 disebut berwarna merah dan hijau terang.

Keterangan tersebut membuat temuan life jacket belum dapat dikaitkan dengan hilangnya kapal.

Sementara pencarian terus berlangsung, lima jurnalis dan tiga kru Arupadhatu 1 masih menjadi fokus Tim SAR gabungan.

Enam kapal kembali membelah perairan Selat Sunda, menyisir sektor demi sektor di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk menemukan petunjuk keberadaan delapan orang tersebut.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel