Kab. Gorontalo

Pemkab Gorontalo Perluas Peran Posyandu, Enam Layanan Dasar Didekatkan ke Warga

×

Pemkab Gorontalo Perluas Peran Posyandu, Enam Layanan Dasar Didekatkan ke Warga

Sebarkan artikel ini
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat menghadiri kegiatan Posyandu Terintegrasi di Gedung Sorga, Desa Moahudu, Kecamatan Tabongo, 16 Agustus 2026. (Foto: Humas)
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat menghadiri kegiatan Posyandu Terintegrasi di Gedung Sorga, Desa Moahudu, Kecamatan Tabongo, 16 Agustus 2026. (Foto: Humas)

Hibata.id — Pemerintah Kabupaten Gorontalo memperluas fungsi Posyandu untuk mendekatkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada masyarakat. Posyandu tidak lagi hanya menjadi tempat layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga diarahkan sebagai simpul pelayanan dasar lintas sektor.

Penguatan Posyandu Terintegrasi itu disampaikan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat menghadiri kegiatan Posyandu Terintegrasi di Gedung Sorga, Desa Moahudu, Kecamatan Tabongo, 16 Agustus 2026.

Sofyan mengatakan perubahan konsep Posyandu diperlukan agar layanan dasar lebih mudah dijangkau masyarakat. Pemerintah, kata dia, harus memastikan hak warga untuk memperoleh pelayanan yang layak tetap terpenuhi.

Baca Juga:  HUT ke-352 Kabupaten Gorontalo: Pemkab Resmikan Proyek Strategis

“Layanan Posyandu kita perluas agar semakin dekat dengan masyarakat. Hak masyarakat mendapatkan pelayanan yang layak harus terus dipenuhi pemerintah,” ujar Sofyan.

Menurut Sofyan, pelayanan dasar tidak dapat dipisahkan dari pembangunan infrastruktur. Menanggapi aspirasi warga mengenai kondisi jalan desa, dia mengatakan pemerintah daerah terus melakukan perbaikan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran dan skala prioritas.

“Pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan pembangunan infrastruktur. Semua membutuhkan proses dan perencanaan yang matang,” katanya.

Sejumlah program pemerintah daerah juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Di antaranya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dukungan legalitas dokumen, percepatan penanganan stunting, serta penguatan fasilitas deteksi dini kesehatan di puskesmas.

Baca Juga:  35 Pejabat Eselon II Pemkab Gorontalo Diuji, Penataan Birokrasi Masuk Tahap Evaluasi

Sofyan mengatakan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu tantangan yang harus ditangani secara terukur. Panjang jalan kabupaten yang mencapai sekitar 1.500 kilometer membuat pemerintah perlu menetapkan prioritas dalam setiap tahapan pembangunan.

Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Gorontalo, Ny. Maryam Sofyan Puhi, mengatakan Posyandu Terintegrasi dapat menjadi pintu masuk pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Model ini sekaligus mendorong koordinasi antarinstansi agar kebutuhan warga dapat ditangani secara lebih terpadu.

Baca Juga:  Pemkab Gorontalo Tanggung 12 Ribu Warga usai PBI Dinonaktifkan

“Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan dasar yang lebih dekat dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Maryam.

Penguatan fungsi tersebut terlihat dalam kegiatan Posyandu Terintegrasi di Desa Moahudu yang dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Melalui pemeriksaan tersebut, masyarakat didorong melakukan deteksi dini dan lebih aktif mengetahui kondisi kesehatannya. Posyandu pun diarahkan menjadi salah satu ujung pelayanan pemerintah yang hadir lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel