Kabar

Gorontalo Tempo Dulu Hidup di Parade Kemerdekaan, Disparekrafpora Bawa Sejarah ke Jalanan

×

Gorontalo Tempo Dulu Hidup di Parade Kemerdekaan, Disparekrafpora Bawa Sejarah ke Jalanan

Sebarkan artikel ini
Parade Kemerdekaan memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Minggu, 16 Agustus 2026). (Foto: Humas)
Parade Kemerdekaan memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Minggu, 16 Agustus 2026). (Foto: Humas)

Hibata.id – Nuansa Gorontalo tempo dulu hadir di tengah Parade Kemerdekaan memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Minggu, 16 Agustus 2026. Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo membawa kisah perjuangan dan budaya daerah melalui busana, karakter, dan pertunjukan.

Parade tersebut menjadi bagian dari puncak Pekan QRIS Nasional 2026 yang digelar Bank Indonesia. Pesertanya berasal dari organisasi perangkat daerah se-Provinsi Gorontalo, pelajar SMA dan SMK sederajat, hingga perbankan.

Rombongan Disparekrafpora tampil dengan konsep kehidupan masyarakat Gorontalo pada masa perjuangan. Busana dan karakter yang ditampilkan dirancang untuk menghadirkan kembali suasana Gorontalo pada masa lalu. Sosok Bung Karno juga dihadirkan sebagai simbol perjuangan dan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga:  Laut Gorontalo Jadi Saksi Heningnya Penghormatan untuk Pahlawan Bhayangkara

Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe mengatakan konsep itu sengaja dipilih agar parade tidak sekadar menjadi perayaan tahunan. Menurut dia, parade juga dapat menjadi cara mengenalkan sejarah dan kekayaan budaya Gorontalo kepada masyarakat.

“Setiap kostum mengingatkan kita pada sejarah dan setiap penampilan menjadi cara untuk terus menjaga semangat perjuangan tetap hidup di generasi hari ini,” kata Sultan.

Bagi Sultan, keterlibatan Disparekrafpora sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi budaya daerah melalui kreativitas. Parade, kata dia, dapat mempertemukan sejarah, seni, budaya, dan kreativitas dalam sebuah pertunjukan yang dekat dengan publik.

Baca Juga:  Harga Cabai Rawit di Pasar Tradisional Gorontalo Melonjak Jelang Ramadan

Agenda kebudayaan juga disiapkan setelah parade. Salah satunya Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) x Hulonthalo Art & Craft Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 11-13 September 2026 dengan tema “Ritme Hulonthalo, Harmoni Warisan Gorontalo”.

Puncak acara dijadwalkan pada 12 September 2026, pukul 13.00-18.00 WITA, dengan rute dari Jalan GPCC hingga kawasan NasDem Restorasi.

Sultan mengajak komunitas kreatif, pelaku seni, dan generasi muda tidak sekadar menyaksikan agenda tersebut, tetapi ikut mengisinya dengan karya.

“Jangan hanya menjadi penonton. Mari siapkan kreativitas dan menjadi bagian dari kemeriahan budaya Gorontalo,” ujarnya.

Disparekrafpora juga mendorong partisipasi masyarakat dalam agenda olahraga. Salah satunya Gorontalo Half Marathon yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.

Baca Juga:  Rangkaian Maulid Nabi 1447 H di Gorontalo: Spiritualitas, Ilmu dan Kesehatan

Rangkaian agenda budaya, ekonomi kreatif, kepemudaan, dan olahraga itu diharapkan tidak berhenti sebagai hiburan. Pemerintah ingin kegiatan tersebut membuka ruang partisipasi masyarakat sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Gorontalo.

Di jalanan, sejarah Gorontalo ditampilkan kembali melalui kostum dan karakter. Di balik parade itu, Disparekrafpora mencoba mengingatkan bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga merawat identitas budaya untuk generasi berikutnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel