Hibata.id, Pohuwato — Seorang narapidana berinisial C di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pohuwato diduga mengalami pemukulan oleh oknum pegawai.
Informasi yang dihimpun menyebut peristiwa itu terjadi pada Juli 2026, saat warga binaan tersebut membantu pekerjaan pembangunan dapur di lingkungan Lapas.
Pihak Lapas Pohuwato membantah dugaan tersebut. Warga binaan yang disebut sebagai korban juga telah memberikan klarifikasi dan menyatakan tidak mengalami pemukulan.
Namun, sumber Hibata.id memberikan keterangan berbeda. Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengklaim warga binaan tersebut sempat mengalami luka pada bagian hidung dan wajah setelah dugaan kejadian.
Informasi mengenai peristiwa tersebut diterima Hibata.id pada Rabu (26/8/2026).
Menurut sumber, persoalan bermula ketika C dilibatkan dalam pekerjaan pembangunan dapur Lapas karena memiliki keterampilan sebagai tukang. Dugaan pemukulan disebut terjadi setelah warga binaan itu dinilai terlambat mengerjakan pekerjaan yang diberikan.
“Masalahnya karena tenaga napi dipakai untuk bekerja di proyek dapur Lapas. Karena terlambat kerja di dapur, dia langsung dipukul,” kata sumber kepada Hibata.id.
Sumber tersebut juga mempertanyakan mekanisme pelibatan warga binaan dalam pekerjaan pembangunan di lingkungan Lapas. Menurut dia, pekerjaan tersebut seharusnya memiliki aturan dan pengawasan yang jelas.
Ia mengklaim C mengalami luka pada hidung dan wajah serta mengeluarkan darah. Setelah kejadian, warga binaan tersebut disebut mendapatkan perawatan di ruang kesehatan Lapas selama sekitar dua hari.
“Dia terluka di bagian hidung dan wajah sampai darah banyak di lantai,” ujarnya.
Menurut sumber, kabar tersebut kemudian diketahui keluarga C. Salah seorang kerabatnya disebut mendatangi Lapas Pohuwato karena mempertanyakan kondisi C dan ingin mengetahui peristiwa yang sebenarnya.
Lapas Pohuwato Bantah Ada Pemukulan
Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Pohuwato, Syahrain, membantah informasi mengenai dugaan pemukulan terhadap warga binaan tersebut.
Menurut Syahrain, C memang memiliki keterampilan sebagai tukang bangunan. Karena kemampuan tersebut, ia dilibatkan dalam sejumlah pekerjaan di lingkungan Lapas, termasuk pengerjaan dapur.
Pihak Lapas kemudian menghadirkan C untuk memberikan klarifikasi secara langsung kepada awak media.
Saat dimintai keterangan mengenai dugaan pemukulan, C membantah telah mengalami tindakan kekerasan. Ia membenarkan bahwa dirinya ikut bekerja karena memiliki keterampilan sebagai tukang.
“Saya bekerja, tapi tidak ada itu pemukulan. Saya memang tukang,” kata C.
Sumber Klaim Ada Klarifikasi Sebelum Bertemu Media
Meski C telah membantah dugaan pemukulan, sumber Hibata.id menyampaikan klaim berbeda.
Menurut sumber tersebut, sebelum memberikan keterangan kepada awak media, C diduga telah diminta menyampaikan bahwa tidak pernah terjadi pemukulan terhadap dirinya.
Sumber juga mengklaim sebelumnya telah dibuat video klarifikasi mengenai persoalan tersebut.
Hibata.id belum memperoleh bukti independen yang dapat mengonfirmasi klaim bahwa C mendapat arahan atau tekanan sebelum menyampaikan klarifikasi. Karena itu, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Perbedaan keterangan antara sumber, pihak Lapas, dan warga binaan yang bersangkutan membuat sejumlah hal masih perlu diperjelas, terutama mengenai kondisi C pada saat kejadian, penyebab luka yang diklaim sumber, serta mekanisme pelibatan warga binaan dalam pekerjaan pembangunan di lingkungan Lapas.
Hingga berita ini diterbitkan, Hibata.id belum memperoleh keterangan atau bukti independen yang dapat memastikan dugaan pemukulan tersebut benar terjadi.
Keterangan lebih lanjut dari pihak terkait, termasuk dokumentasi pemeriksaan kesehatan apabila tersedia dan mekanisme resmi pelibatan warga binaan dalam pekerjaan tersebut, diperlukan untuk memperjelas rangkaian peristiwa.
Hibata.id tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.














