Kabar

Paket MBG di SDN 08 Marisa Berisi Batu Kerikil, Kepala Regional Bungkam

×

Paket MBG di SDN 08 Marisa Berisi Batu Kerikil, Kepala Regional Bungkam

Sebarkan artikel ini
Paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa SDN 08 Marisa, Kabupaten Pohuwato/Hibata.id
Paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa SDN 08 Marisa, Kabupaten Pohuwato/Hibata.id

Hibata.id, Pohuwato – Paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa SDN 08 Marisa, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, ditemukan berisi batu kerikil.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 13 Juli 2026. Namun, informasi mengenai temuan itu baru diketahui publik pada Senin, 28 September 2026, setelah pihak sekolah memberikan penjelasan.

Kepala SDN 08 Marisa, Ismail Latif, membenarkan adanya temuan batu kerikil dalam paket MBG yang diterima siswa.

Ia mengatakan sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Botubilotahu sebagai pihak yang menangani distribusi MBG ke sekolah.

“Iya benar, Pak. Kejadiannya hari Senin, tanggal 13 Juli 2026. Sudah kami laporkan ke pihak SPPG yang menangani MBG di sekolah kami. SPPG-nya di Botubilotahu dan mereka sudah datang. Katanya mereka tidak melakukan itu,” kata Ismail saat dikonfirmasi Hibata.id, Senin (28/9/2026).

Menurut Ismail, SDN 08 Marisa menerima paket MBG setiap hari sesuai jumlah siswa. Saat ini terdapat sekitar 240 siswa yang mendapatkan paket makanan tersebut.

Baca Juga:  Solusi Baru Pemerintah, PPPK Paruh Waktu untuk Tenaga Honorer

“Jadi setiap hari itu kami menerima ompreng MBG berdasarkan jumlah siswa kami, yakni 240 siswa,” ujarnya.

Ismail menduga temuan batu kerikil tersebut berkaitan dengan proses penanganan makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Ia menilai wadah makanan saat diterima sekolah sudah dalam kondisi tertutup dan dikemas.

“Itu kelalaian SPPG. Karena saat diberikan, ompreng itu memang sudah dikemas dengan baik,” katanya.

SPPG Benarkan Kejadian

Kepala SPPG Botubilotahu, Walid Saputra, juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia mengatakan persoalan itu telah dikomunikasikan dan diselesaikan bersama pihak sekolah.

“Iya benar, Pak. Tapi sudah diselesaikan dan dikomunikasikan dengan pihak sekolah,” kata Walid.

Walid mempertanyakan kembali alasan kejadian tersebut masih dimintai keterangan karena menurut dia persoalannya telah selesai.

“Ini untuk apa ya, Pak? Kan sudah selesai masalahnya,” ujarnya.

Meski mengakui adanya kejadian tersebut, Walid membantah pihak SPPG sengaja memasukkan batu kerikil ke dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa.

Baca Juga:  Aksi Subuh, Kelapa Warga Patilanggio “Ikut Jalan-Jalan” Terekam CCTV

Ia mengatakan makanan telah melalui proses pemeriksaan sebelum didistribusikan, termasuk pengecekan oleh ahli gizi.

“Tidak mungkin kami melakukan hal itu. Sebab, sebelum makanan keluar, itu sudah kami cek dan pastikan. Sudah melalui ahli gizi juga. Jadi tidak mungkin,” katanya.

Walid kemudian menyebut kemungkinan adanya tindakan sabotase sebagai salah satu dugaan yang menurutnya perlu dipertimbangkan.

“Tidak mungkin kami melakukan itu,” ujarnya.

240 Paket Setiap Hari

Ismail menjelaskan distribusi MBG di SDN 08 Marisa berlangsung berdasarkan jumlah siswa. Setiap hari, sekolah menerima sekitar 240 porsi makanan untuk dibagikan kepada siswa.

Temuan batu kerikil tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak SPPG agar mendapat penanganan dan penjelasan.

Hingga saat ini, masing-masing pihak memberikan keterangan yang berbeda mengenai kemungkinan penyebab batu kerikil dapat berada di dalam paket makanan.

Pihak sekolah menduga terdapat kelalaian dalam proses penanganan, sedangkan pihak SPPG membantah kesengajaan dan menyebut dugaan sabotase.

Baca Juga:  Rumpon Adalah: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya bagi Nelayan

Tidak terdapat keterangan dalam laporan ini yang menunjukkan siapa yang memasukkan batu kerikil tersebut atau pada tahapan mana benda itu masuk ke dalam paket makanan.

Karena itu, penyebab pasti temuan tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait.

Temuan ini juga menempatkan proses pemeriksaan dan pengawasan makanan MBG sebagai bagian penting yang perlu diperhatikan agar setiap paket yang diterima siswa memenuhi standar keamanan dan kelayakan sebelum dikonsumsi.

Sementara itu, Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Gorontalo, Zulkifli Taluhumala, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan terkait temuan batu kerikil dalam paket MBG di SDN 08 Marisa.

Belum ada keterangan resmi yang disampaikan kepada Hibata.id. Dengan demikian, belum dapat dipastikan apakah persoalan tersebut telah diketahui dan ditindaklanjuti oleh pihak regional BGN Gorontalo.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel