Kabar

Pergantian Kapolda dan Misteri Batu Hitam Suwawa Timur Diduga Lenyap

×

Pergantian Kapolda dan Misteri Batu Hitam Suwawa Timur Diduga Lenyap

Sebarkan artikel ini
Tumpukan material batu hitam, yang disebut telah dikeluarkan dari gudang yang dipasangi garis polisi dan dipindahkan ke wilayah Kabila, Kabupaten Bone Bolango/Hibata.id
Tumpukan material batu hitam, yang disebut telah dikeluarkan dari gudang yang dipasangi garis polisi dan dipindahkan ke wilayah Kabila, Kabupaten Bone Bolango/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Kepemimpinan Polda Gorontalo resmi berganti. Namun, di tengah pergantian tersebut, muncul persoalan yang membutuhkan penjelasan kepolisian.

Irjen Pol. Nurworo Danang menerima Pataka Polda Gorontalo dari pejabat sebelumnya, Irjen Pol. Widodo, dalam rangkaian Welcome and Farewell Parade, Selasa (6/10/2026).

Namun pada saat hampir bersamaan, persoalan gudang batu hitam di Suwawa Timur masih menyisakan pertanyaan yang masih misterius.

Awalnya, polisi menyebut telah mengamankan 123 karung material yang diduga batu hitam.

Namun, sejumlah warga memperkirakan jumlah material yang sebelumnya tersimpan di gudang jauh lebih banyak.

Kanit Reskrim Polres Bone Bolango Ipda Zulfikar Nasution Hamzah mengatakan polisi telah membawa 123 karung material ke Mapolres Bone Bolango.

Baca Juga:  Excavator Ditahan, Mesin Alkon Disita, Bos PETI Teratai Pohuwato Masih Bebas

“Barang bukti yang diduga batu hitam, kita sudah amankan ke Mapolres Bone Bolango sebanyak 123 karung,” ujar Zulfikar.

Awalnya, Polisi memasang garis polisi di gudang yang berada di belakang salah satu minimarket pada Minggu (4/10/2026), sekitar pukul 20.00 WITA.

Sejumlah warga menyebut gudang itu telah lama digunakan untuk menyimpan material yang diduga batu hitam.

Mereka memperkirakan jumlahnya mencapai lebih dari 2.000 karung. Informasi lain menyebut jumlahnya sekitar 3.000 karung.

Perbedaan angka tersebut belum mendapat penjelasan resmi dari kepolisian.

Meski begitu, Hibata.id juga memperoleh keterangan dari seorang sopir truk yang mengangkut material dari gudang tersebut bersama lima rekannya.

Baca Juga:  Alasan Mogok, Excavator di Lokasi PETI Iloheluma Pohuwato Tetap Disegel Polisi

Menurut dia, masing-masing sopir membawa satu kendaraan truk.

“Saya sudah tidak tahu teman-teman lain sudah di mana, yang pasti saya dan teman-teman bawa material itu keluar gudang,” kata sopir yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Ia mengaku telah dua kali mengangkut material dari lokasi yang sama menuju ke wilayah Sulawesi Utara (Sulut).

Namun, sopir tersebut mengatakan, tidak mengetahui secara pasti isi muatannya karena sudah di dalam karung.

“Saya hanya sopir, untuk isinya yang saya dengar batu hitam,” ujarnya.

Selain jumlah material, asal-usulnya juga menjadi pertanyaan. Sejumlah warga mengaitkan material tersebut dengan aktivitas pertambangan ilegal di kawasan Batu Gergaji.

Hibata.id juga menerima informasi mengenai dugaan pengiriman material ke sejumlah pelabuhan di Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Baca Juga:  APMPK Laporkan Dugaan Pembiaran PETI Bone Bolango ke Polda Gorontalo

Nama sejumlah pihak turut disebut dalam informasi yang diterima redaksi.

Seorang pengusaha berinisial RS alias Rob disebut-sebut berkaitan dengan kepemilikan material.

Sedangkan seseorang berinisial S alias Son disebut warga diduga mengatur aktivitas di lapangan.

Persoalan ini membutuhkan penjelasan lebih lengkap dari Polres Bone Bolango.

Mulai dari jumlah material yang diamankan, kronologi dugaan pengangkutan, hingga asal-usul dan tujuan material tersebut.

Pergantian kepemimpinan di Polda Gorontalo menjadi momentum bagi pimpinan baru untuk melanjutkan tugas institusi.

Sementara itu, penanganan kasus gudang batu hitam tetap membutuhkan kejelasan berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.