Kabar

Sumber Gedong Tak Surut Saat Kemarau, Mas Ipin Ajak Warga Jaga Pohon

×

Sumber Gedong Tak Surut Saat Kemarau, Mas Ipin Ajak Warga Jaga Pohon

Sebarkan artikel ini
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengikuti tradisi Metri Bumi sekaligus mengajak masyarakat menjaga kelestarian kawasan Sumber Gedong di Desa Gandusari, Rabu (26/8/2026)/Hibata.id
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengikuti tradisi Metri Bumi sekaligus mengajak masyarakat menjaga kelestarian kawasan Sumber Gedong di Desa Gandusari, Rabu (26/8/2026)/Hibata.id

Hibata.id, Trenggalek Musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya pasokan air di sejumlah wilayah tidak terlalu berdampak pada kawasan Sumber Gedong, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Aliran mata air di kawasan tersebut masih mampu mengairi sawah warga hingga tetap ditanami padi.

Scroll untuk baca berita

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin mengatakan kondisi Sumber Gedong menunjukkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, terutama pepohonan di sekitar kawasan mata air.

Pesan tersebut disampaikan Mas Ipin saat mengikuti tradisi Metri Bumi di Kompleks Makam Punden Sari, Desa Gandusari, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga:  Lebaran Lebih Lega, PPPK Paruh Waktu di Gorontalo Ikut Terima THR

Menurut dia, keberadaan sejumlah pohon besar yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun ikut mendukung terjaganya kawasan resapan dan sumber air.

Kondisi itu membuat aliran Sumber Gedong tetap tersedia saat musim kemarau.

“Ini pesan, selama kita masih bisa melestarikan seperti ini, alam dengan izin Tuhan bisa memberikan kebaikan untuk kita. Baik itu berupa panen atau yang lain-lain,” kata Mas Ipin.

Dalam rangkaian tradisi Metri Bumi, Mas Ipin menyelimuti sejumlah pohon besar dengan kain batik.

Kegiatan tersebut menjadi simbol ajakan kepada masyarakat untuk melindungi pepohonan dan lingkungan di sekitar sumber air.

Baca Juga:  Mikson Yapanto: Saya Sudah Peringatkan Sejak Awal, Banjir Ini Alarm Akibat PETI

Menurut Mas Ipin, menjaga pohon tidak hanya berkaitan dengan pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan sumber air yang mendukung kehidupan dan aktivitas pertanian masyarakat.

Ia juga menanam pohon beringin di sekitar Sumber Gedong untuk menambah vegetasi sekaligus memperkuat upaya pelestarian kawasan mata air.

“Ini rangkaian dari kegiatan Hari Jadi. Kali ini kita berada di Desa Gandusari, di Punden Sari dan sumbernya Sumber Gedong,” ujarnya.

Mas Ipin mengatakan tradisi Metri Bumi juga mengandung pesan tentang hubungan masyarakat dengan lingkungan yang selama ini menopang kehidupan mereka.

Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan tradisi yang bertentangan dengan kaidah agama, melainkan menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya merawat alam dan menjaga sumber kehidupan.

Baca Juga:  Daftar Penerima BSU 2025, Cek Nama Kamu di Sini

“Di sini banyak pohon yang usianya ratusan tahun. Makanya meskipun musim kemarau, sawah di sekitar sini masih bisa ditanami padi karena sumber airnya masih bagus,” katanya.

Keberadaan Sumber Gedong sekaligus menjadi contoh pentingnya mempertahankan vegetasi di sekitar mata air.

Pelestarian kawasan tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan lahan pertanian secara berkelanjutan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel