Kabar

Usai Video Viral, Netizen Ramai Ancam Jarah Rumah Wahyu Moridu

×

Usai Video Viral, Netizen Ramai Ancam Jarah Rumah Wahyu Moridu

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDI Perjuangan, Wahyudin Moridu/Hibata.id
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDI Perjuangan, Wahyudin Moridu/Hibata.id

Hibata.id – Video anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDI Perjuangan, Wahyudin Moridu, yang beredar di media sosial memicu polemik publik.

Rekaman berdurasi 37 detik itu menampilkan pernyataan kontroversial terkait penggunaan uang negara.

Dalam video tersebut, Wahyudin Moridu tampak berada di dalam mobil bersama seorang perempuan.

Ia terdengar mengucapkan kalimat yang menyinggung soal penggunaan anggaran negara.

“Aman negara Makassar kita ji. Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok aja uang negara ini kan. Kita habiskan aja biar negara ini makin miskin,” ucap Wahyudin dalam rekaman itu.

Pernyataan lain juga terekam, “Membawa hugel (selingkuh) langsung ke Makassar menggunakan uang negara. Siapa ji Wahyudin Moridu anggota DPRD Provinsi Gorontalo, nanti 2031 berhenti uti, masih lama.” tuturnya.

Baca Juga:  22 Tahun Berdiri, Pohuwato Masih Hadapi Kemiskinan 17,1 Persen

Unggahan tersebut segera menuai kritik luas di berbagai platform media sosial.

Publik mendesak penjelasan dari Wahyudin maupun dari PDI Perjuangan sebagai partai pengusungnya.

Tak lama setelah video tersebut viral, Wahyudin menyampaikan klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya @wahyudinmoridu.

“Assalamualaikum Wr Wb. Masyarakat Gorontalo yang saya hormati, ba’da Shalat Jumat ini saudara-saudara sedang disuguhkan dengan video mengenai saya. Apapun yang saya lakukan di video itu saya akui salah dan tidak menunjukkan etika sebagai pejabat publik,” tulis Wahyudin, Jumat (12/9).

Baca Juga:  Pemprov DKI Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Tahap Kedua

Ia menegaskan bahwa perbuatannya merupakan kesalahan pribadi dan tidak mewakili pihak manapun.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Gorontalo, khususnya kepada para pendukung dan keluarga. Kegaduhan ini murni salah saya pribadi,” ujar Wahyudin.

Video yang beredar luas itu memperlihatkan Wahyudin tengah menyetir mobil sambil berbincang santai. Namun, pernyataannya dianggap tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat publik sehingga memicu gelombang kritik warganet.

Sejumlah komentar netizen membanjiri unggahan klarifikasi Wahyudin.

Ada yang menilai pernyataannya tidak layak, bahkan mendesak agar ia dinonaktifkan dari jabatannya.

Baca Juga:  Kuasa Hukum ASN Gorut: Ada Dugaan Penggunaan Mahar di Luar Kesepakatan

“Jarah jangan kasih maaf, non aktifkan orang begini, heran leh yang kasih kursi pa dia ini,” tulis akun @niv***.

Komentar lain bahkan menyinggung soal alamat rumah Wahyudin.

“Info alamat rumah pak,” tulis akun warganet.

“Pak? Pengen banget ya rumahnya dijarah rakyat, kayak Sahroni?” tulis netizen lain dengan nada geram.

Meski sudah menyampaikan permohonan maaf, publik menilai klarifikasi Wahyudin belum cukup meredakan polemik.

Desakan agar partai PDIP maupun DPRD Provinsi Gorontalo mengambil langkah tegas terus menguat di ruang publik dan media sosial.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel