Hibata.id – Setelah kontroversi logo Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 yang dinilai meniru desain perusahaan asal Australia, kini video promosi ivent tersebut kembali menuai sorotan publik.
Sebuah video berdurasi singkat beredar luas di berbagai grup WhatsApp sejak awal pekan ini. Video itu menampilkan adegan seorang pelari dengan latar belakang yang diduga meniru konsep visual promosi Nani Wartabone Heritage Run 2025.
Sejumlah warganet menyebut, teknik pengambilan gambar, sudut kamera, hingga elemen visual dalam video tersebut sangat identik dengan materi promosi milik ivent yang lebih dulu tayang.
Tak hanya soal kemiripan konsep, kualitas produksi video juga menjadi perhatian. Sejumlah pihak menilai video promosi GHM 2025 tampak dibuat secara amatir, bahkan diduga hanya menggunakan kamera ponsel.
Resolusi rendah dan pencahayaan kurang optimal membuat video tersebut dianggap tidak layak menjadi materi promosi resmi ivent olahraga berskala provinsi.
Kritik pun menguat seiring dengan ketidakjelasan sikap panitia. Banyak masyarakat menilai, rangkaian masalah sejak peluncuran logo hingga video promosi.
Situasi ini menunjukkan kurangnya persiapan, inovasi hingga profesionalitas dalam penyelenggaraan Gorontalo Half Marathon 2025.
Tim Hibata.id telah mengonfirmasi hal ini kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, pada Rabu (6/8/2025). Danial dengan tegas membantah bahwa video tersebut merupakan produksi resmi panitia GHM.
“Video tersebut bukan milik kami,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Namun ketika ditanya lebih lanjut apakah video tersebut dibuat oleh tim internal panitia, Danial memilih tidak memberikan jawaban, meski pesan telah dibaca. Sikap diam ini justru memunculkan spekulasi baru soal transparansi penyelenggara.
Sumber Hibata.id yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa video promosi itu memang berasal dari tim GHM. Namun, setelah muncul kritik, panitia disebut mencoba menghindar dengan menyatakan bahwa video tersebut bukan produksi resmi.












