Hibata.id, Gorontalo – Nama Tanjung Verde mungkin belum lama terdengar di panggung Piala Dunia.
Namun menjelang duel babak 32 besar melawan Argentina di Hard Rock Stadium, Sabtu (4/7/2026) pukul 05.00 WIB, negara debutan itu diam-diam mulai membuat sebagian pendukung La Albiceleste sulit memejamkan mata.
Di lapangan hijau, Argentina memang unggul hampir di semua sektor.
Juara bertahan itu menyapu bersih fase grup tanpa kekalahan, sementara Lionel Messi sedang bersaing di daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026.
Masalahnya, sepak bola tidak hanya di bicarakan dari mulut ke mulut.
Kalau iya, mungkin trofi sudah dikirim ke Buenos Aires sejak fase grup berakhir.
Justru itulah yang membuat laga ini menarik. Tanjung Verde datang tanpa beban, tanpa tekanan, dan tanpa kewajiban menang.
Kondisi seperti ini kerap menjadi “formula berbahaya” dalam turnamen besar.
Blue Sharks bukan tim yang sekadar numpang lewat. Mereka menjadi satu-satunya negara debutan yang berhasil lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.
Perjalanan mereka juga tidak bisa dianggap kebetulan. Spanyol gagal mengalahkan mereka.
Uruguay juga dibuat frustrasi setelah hanya bermain imbang. Arab Saudi pun tidak mampu membobol pertahanan Tanjung Verde.
Artinya sederhana: mencetak gol ke gawang Tanjung Verde ternyata bukan pekerjaan yang mudah.
Sementara Argentina memang tampil luar biasa. Tim asuhan Lionel Scaloni belum pernah kalah di fase gugur turnamen resmi sejak Copa America 2019.
Sejak saat itu, La Albiceleste meraih dua gelar Copa America dan mengangkat trofi Piala Dunia 2022.
Namun justru rekor panjang itu bisa berubah menjadi tekanan tersendiri.
Semakin panjang catatan tak terkalahkan, semakin banyak pula yang menunggu kapan rekor itu berhenti.
Harapan Argentina kembali bertumpu kepada Lionel Messi. Meski telah berusia 39 tahun, sang kapten sudah mengoleksi enam gol atau sekitar 75 persen dari total gol Argentina di turnamen ini.
Bagi pendukung Argentina, angka tersebut tentu membanggakan.
Namun bagi lawan, statistik itu juga mengirim pesan lain: jika Messi berhasil diredam, siapa yang akan mengambil alih tanggung jawab mencetak gol?
Pertanyaan itu mulai ramai menjadi bahan perbincangan menjelang laga.
Di sisi lain, Tanjung Verde justru menikmati status sebagai tim kejutan. Mereka tidak dibebani target tinggi.
Setiap menit yang dimainkan sudah menjadi sejarah baru bagi sepak bola negara kepulauan di Afrika tersebut.
Situasi itu membuat mereka bisa tampil lebih lepas dibanding Argentina yang membawa ekspektasi jutaan pendukung.
Sepak bola juga memiliki “tradisi” yang sulit dijelaskan. Hampir setiap edisi Piala Dunia selalu melahirkan kejutan besar. Tim unggulan pernah tumbang dari lawan yang semula tidak diperhitungkan.
Apakah giliran Argentina?
Belum tentu.
Tetapi satu hal yang pasti, pendukung La Albiceleste mungkin baru benar-benar bisa tidur nyenyak setelah peluit panjang berbunyi.
Sebab dalam sepak bola, tim favorit memang sering menang. Namun tim yang datang tanpa rasa takut, terkadang mampu membuat favorit itu berkeringat lebih dulu.












