Peristiwa

Gempa M7,7 Guncang Flores, Tsunami Mencapai 10 Pesisir

×

Gempa M7,7 Guncang Flores, Tsunami Mencapai 10 Pesisir

Sebarkan artikel ini
Gempa M7,7 Guncang Flores, Tsunami Mencapai 10 Pesisir/Hibata.id
Gempa M7,7 Guncang Flores, Tsunami Mencapai 10 Pesisir/Hibata.id

Hibata.id, NTT – Tanah Flores berguncang kuat pada Sabtu pagi. Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pukul 04.58 WIB dan memicu tsunami yang terpantau di sejumlah pesisir.

BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB setelah tidak lagi menemukan kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan.

Namun, ancaman belum sepenuhnya berakhir. BMKG masih mencatat puluhan gempa susulan dan meminta masyarakat tetap waspada.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan gempa berpusat di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.

Baca Juga:  Banjir Ancam Ketahanan Pangan Warga Desa Winangun

Gempa tersebut dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust, yakni sesar naik di belakang busur Flores.

Gelombang tsunami tercatat di 10 titik. Ketinggian terbesar mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende, pada pukul 05.27 WIB.

Tsunami juga tercatat di Sikka, Kewapante, Flores Timur, Labuan Bajo, Dompu, Alor, Baubau, Bulukumba, dan Kolaka.

Di daratan, guncangan mencapai VI MMI di Wolowae, Kabupaten Nagekeo, dan Bajawa. Sementara Ende, Borong, dan Ruteng merasakan guncangan hingga V MMI.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan hingga pukul 07.07 WIB, BMKG telah mendeteksi 37 gempa susulan dengan magnitudo 3,6 hingga 6,2.

Baca Juga:  PETI Tomula Kembali Telan Korban Jiwa, Pemuda 23 Tahun Tewas Tertimbun Longsor

Satu di antaranya dirasakan masyarakat.

Menurut Wijayanto, kawasan busur belakang Flores memiliki potensi gempa maksimum sekitar M7,8 hingga M7,9. Wilayah tersebut juga memiliki sejarah gempa besar dan tsunami, termasuk gempa M7,5 pada 1992.

Guncangan juga menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah.

BMKG melaporkan beberapa bagian tembok rumah sederhana roboh di Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo. Fasilitas Pelabuhan Maumere serta bangunan Hotel Jayakarta Bajo juga terdampak.

Tim BMKG diterjunkan ke lokasi untuk memeriksa tingkat kerusakan secara langsung.

Baca Juga:  Dibiarkan Terus Beraktivitas, PETI Hulawa Kembali Makan Korban

Sementara itu, BNPB melaporkan dua orang meninggal dunia. Data korban dan kerusakan masih diverifikasi bersama pemerintah daerah, BPBD, BMKG, dan instansi terkait.

BMKG menegaskan berakhirnya peringatan tsunami bukan berarti masyarakat boleh mengabaikan potensi gempa susulan.

Warga diminta tetap tenang, tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BMKG.

Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami retak atau kerusakan struktur. BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan dan perubahan muka laut secara real-time.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel