Hibata.id, Gorontalo – Situasi darurat seketika mewarnai Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda, Jumat (18/9/2026).
Petugas bergerak cepat menghadapi skenario kecelakaan pesawat dalam Simulasi Skala Penuh Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contingency Exercise (ACE) 2026.
Dalam skenario tersebut, petugas dituntut melakukan penyelamatan dan evakuasi korban, menangani lokasi kejadian, memadamkan api, sekaligus mengamankan kawasan bandara.
Bukan hanya kecelakaan pesawat. Skenario lain menguji respons petugas ketika terjadi gangguan keamanan dan penerobosan area terbatas.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan latihan tersebut dilakukan untuk menyamakan persepsi, menguji SOP, dan memastikan seluruh unsur mampu bergerak cepat serta terkoordinasi.
“Dengan latihan bersama seperti ini, diharapkan seluruh personel mampu bergerak cepat, tepat, terukur, dan tetap mengedepankan keselamatan serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Hendri Umar.
Polresta Samarinda mengerahkan Dalmas Sat Samapta, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Tim URC, Tim Negosiator, dan personel Polsek Sungai Pinang.
Sejumlah unsur lain turut terlibat, mulai dari Otoritas Bandara A.P.T. Pranoto, TNI, BPBD Kota Samarinda, pemadam kebakaran, Avsec, tenaga kesehatan, hingga pihak maskapai.
Seluruh rangkaian simulasi berakhir pukul 10.17 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Latihan tersebut menjadi pengujian kesiapan lintas instansi agar ketika keadaan darurat benar-benar terjadi, setiap unsur telah memahami peran, prosedur, dan pola koordinasinya.












