Peristiwa

Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi hingga Sulsel dan Sultra

×

Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi hingga Sulsel dan Sultra

Sebarkan artikel ini
Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi hingga Sulsel dan Sultra/Hibata.id
Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi hingga Sulsel dan Sultra/Hibata.id

Hibata.id, NTT Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB.

Gempa tersebut memicu tsunami yang terdeteksi di sejumlah pesisir NTT hingga Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.

BMKG menyebut gempa dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau sesar naik busur belakang Flores.

Gempa terasa kuat di sejumlah daerah. Guncangan mencapai skala VI MMI di Wolowae, Kabupaten Nagekeo, dan Bajawa. Sementara di Ende, Borong, dan Ruteng, getaran tercatat pada skala V MMI.

Baca Juga:  Kronologi Penemuan Mayat di Sawah Kota Gorontalo dan Penyebab Kematian

Gempa juga memicu tsunami yang terpantau di 10 titik. Gelombang tertinggi tercatat di Maurole, Ende, mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.

Di luar NTT, tsunami terdeteksi di Bulukumba, Sulawesi Selatan, setinggi 0,54 meter. Gelombang juga tercatat di Baubau setinggi 0,30 meter dan Kolaka 0,23 meter di Sulawesi Tenggara.

Titik lainnya berada di Sikka dengan ketinggian 0,20 meter, Pelabuhan Kewapante 0,38 meter, Flores Timur 0,25 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, Dompu 0,17 meter, serta Bakalang, Alor, 0,14 meter.

Baca Juga:  Kebakaran Hebat di Siendeng Gorontalo, Satu Warga Tewas Terpanggang

Setelah melakukan pemantauan, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB.

“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama.

Sementara itu, hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mencatat 37 gempa susulan dengan magnitudo 3,6 hingga 6,2. Satu di antaranya dirasakan masyarakat.

Baca Juga:  Waspada, Begini Resiko Jika Terhirup Abu Vulkanik Gunung Ruang

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan kawasan busur belakang Flores memiliki potensi gempa maksimum pada kisaran magnitudo 7,8 hingga 7,9.

Menurut dia, gempa besar juga pernah terjadi di kawasan tersebut pada 1992 dengan magnitudo 7,5 yang menimbulkan kerusakan dan tsunami.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan dan mengikuti informasi dari sumber resmi.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel